Waspada
Waspada » Sempat Lari Ke LN, Oknum Keuchik Ditangkap
Aceh

Sempat Lari Ke LN, Oknum Keuchik Ditangkap

WAKAPOLRES Lhokseumawe Kompol Ahzan dalam konferensi pers di Gedung Serba Guna Mapolres Lhokseumawe, Minggu (23/2), terkait penangkapan tersangka korupsi dana desa oknum Keuchik Matang Ulim Kec. Samudera Kab. Aceh Utara bersama sejumlah barang bukti lainnya. Waspada/Zainuddin Abdullah
WAKAPOLRES Lhokseumawe Kompol Ahzan dalam konferensi pers di Gedung Serba Guna Mapolres Lhokseumawe, Minggu (23/2), terkait penangkapan tersangka korupsi dana desa oknum Keuchik Matang Ulim Kec. Samudera Kab. Aceh Utara bersama sejumlah barang bukti lainnya. Waspada/Zainuddin Abdullah

LHOKSEUMAWE (Waspada): Meski sempat jadi buronan yang membawa kabur uang korupsi ke luar negeri, namun oknum Keuchik Matang Ulim Kec. Samudera Kab. Aceh Utara berhasil ditangkap Polres Lhokseumawe dalam persembunyiannya.

Hal itu terungkap dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Serba Guna Mapolres Lhokseumawe, Minggu (23/2), terkait penangkapan tersangka korupsi oknum Keuchik Matang Ulim ILM, 41.

Wakapolres Lhokseumawe Kompol Ahzan mengatakan, tersangka yang merupakan Pj Kades dan PNS Pemko Lhokseumawe berhasil ditangkap setelah kembali dari pelariannya pada 7 Febuari 2020. Tersangka telah menjabat keuchik selama satu tahun enam bulan sejak 2017.

Penangkapan PNS Pemko Lhokseumawe itu karena diduga telah menggelapkan dana desa senilai Rp 361.480.000. “Pada tahun 2017, Tersangka mengambil uang sebanyak tujuh kali, dari total anggaran dana desa Rp 793.034.000 yang bersumber dari APBN 2017,” ujarnya.

Dikatakan Ahzan, pengambilan uang dilakukan dengan cara memalsukan tanda tangan bendahara pada lembaran cek dilakukan sebanyak empat kali yakni pada bulan September dua kali. Oktober satu kali dan Desember satu kali, dengan total Rp300 juta.

“Ditambah lagi yang diambil diketahui bendahara desa sebanyak tiga kali, penarikan pada Agustus sekali dan Desember 2017 dua kali dengan total uang Rp 110.275.000.  Namun uang tersebut setelah ditarik tidak diberikan kepada bendahara,” katanya.

Sehingga dana desa yang dikuasai tersangka pada 2017 senilai Rp 410.275.000. Kemudian ada dikembalikan senilai Rp 85 juta setelah dipakai.

“Jadi setelah kita audit, dalam rangka perhitungan kerugian keuangan negara (PPKN), terhadap pengelolaan dana desa Gampong Matang Ulim, adanya kerugian negara senilai Rp361.480.000,” tuturnya.

Dikatakannya, perbuatan tersangka ILM telah menyebabkan kerugian negara senilai Rp 325.275.000..Oknum ini akan dijerat pasal 2 ayat 1 Jo pasal 3 UU RI nomor 31 tahun 1999 sebagai telah diubah dalam UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun.

Sementara dari hasil audit dalam rangka perhitungan kerugian keuangan negara terhadap pengelolaan dana desa yang dikeluarkan oleh Inspektorat Kabupaten Aceh Utara adalah senilai Rp361.480.000.

“Akibat dari perbuatannya, pembangunan di Desa Matang Ulim pada 2017 banyak yang tidak terlaksana dan tidak selesai,” kata Indra.

Sebelumnya petugas sempat kehilangan jejak atas keberadaan tersangka, namun pada awal 2020 petugas kepolisian memperoleh informasi tersangka sudah kembali ke Indonesia dan petugas melakukan penyelidikan terkait informasi itu hingga tersangka berhasil ditangkap.

“Selain mengamankan tersangka, petugas juga mengamankan beberapa barang bukti berupa dokumen cek pencairan dana desa, print out rekening koran giro dan SKPK Kades serta dokumen lainnya,” kata. (b16/I)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2