Sempat Kejar-kejaran Dengan Polisi dan Kecelakaan Pengedar Sabu Antar Kabupaten Diamankan - Waspada

Sempat Kejar-kejaran Dengan Polisi dan Kecelakaan Pengedar Sabu Antar Kabupaten Diamankan

- Aceh
  • Bagikan
JA, tersangka pengedar sabu antar Kabupaten, saat diamankan petugas di lokasi kecelakaan di Desa Geulanggang Gajah, Kecamatan Kuala Batee, Abdya. Foto direkam Senin (15/6) lalu.

 

BLANGPIDIE (Waspada): JA, 34, warga Desa Lamie, Kecamatan Daru Makmur, Kabupaten Nagan, yang diduga pengedar sabu antar Kabupaten, Senin (15/6) lalu, sekitar pukul 15:00, diamankan petugas Satres Narkoba Polres Aceh Barat Daya (Abdya), di kawasan Desa Geulanggang Gajah, Kecamatan Kuala Batee.

Kapolres Abdya AKBP Muhammad Nasution SIK, melalui Kabag Ops AKP Haryono SE, Selasa (16/6) mengatakan, proses penangkapan tersangka JA tergolong unik.

Sebelumnya petugas sudah mendapat laporan tentang tersangka yng mengendarai mobil jenis toyota Avanza warna putihBK 119 EF, yang melaju dari arah Kota Bahagia Kecamatan Kuala Batee, menuju Kabupaten Nagan Raya.

Saat kendaraannya dimepet petugas dan diminta untuk berhenti, tersangka mengelak dan berusaha kabur dari hadangan petugas. Saat terus dipepet mobil petugas, tersangka langsung tancap gas.

Petugas langsung mengejar dan memepet kembali dengan kenderaan tersangka. Diduga karena tidak bisa mengendalikan laju kenderaannya, mobil yang dikendarai tersangka terbalik  dan terguling sebanyak tiga kali, hingga terpental ke lokasi doorsmer, milik warga setempat yang berada di pinggir jalan nasional.

Tersangka yang mengalami kecelakaan tunggal, langsung diamankan petugas Satres Narkoba Polres Abdya, yang juga tiba di lokasi sesaat setelah kecelakaan. “Sudah beberapa kali petugas memperingatkan tersangka untuk berhenti.

Tapi tidak dipedulikan, malah terus melaju kencang. Akhirnya mobil yang dikendarainya terjungkal, hingga tersangka mengalami luka di bagian kepala, mobilnya juga rusak parah,” sebut Kabag Ops Haryono.

Saat dilakukan penggeledahan, dari dalam tas tersangka berhasil diamankan 12 paket sabu, seberat 31,81 gram. Barang bukti lainnya yang diamankan, satu unit timbangan digital dan uang tunai senilai Rp297 ribu.

Saat ini tambah Kabag Ops Haryono, petugas masih menunggu keterangan lebih lanjut dari tersangka.

“Karena tersangka masih menjalani perawatan di rumah sakit, kita akan periksa setelah ia membaik nanti. Meski sedang dirawat, kita tetap melakukan penjagaan. Sejumlah barang bukti sudah kita amankan ke Mapolres Abdya,” sebutnya.

Tersangka dijerat pasal berlapis, yakni pasal 112 ayat (2) sub pasal 114 ayat (2) sub pasal 115 ayat (2) UU RI NO 35 tahun 2009, tentang narkotika.

Selanjutnya, pasal 112 ayat (2), dalam hal perbuatan memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I, bukan tanaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1), beratnya melebihi 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun. Pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).

Pasal 114 ayat (2), dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima narkotika golongan I, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram, atau melebihi 5 (lima) batang pohon, atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun. Pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).

Terakhir, pasal 115 ayat (2), dalam hal perbuatan membawa, mengirim, mengangkut, atau mentransito narkotika golongan I, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam bentuk tanaman, beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon beratnya melebihi 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun. Pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).(b21)

 

 

 

  • Bagikan