Waspada
Waspada » Selama Ramadhan Empat Napi Lapas Lhokseumawe Bebas Lewat Asimilasi
Aceh

Selama Ramadhan Empat Napi Lapas Lhokseumawe Bebas Lewat Asimilasi

Dua diantara empat napi Lapas Lhokseumawe yang dibebaskan di bulan Ramdhan, melalui program asimiliasi. Waspada/Ist
Dua diantara empat napi Lapas Lhokseumawe yang dibebaskan di bulan Ramdhan, melalui program asimiliasi. Waspada/Ist

 

LHOKSEUMAWE (Waspada): Selama Ramadhan 1442 H, Lapas Lhokseumawe telah membebaskan empat narapidana lewat asimilasi dan integrasi di rumah. Program asimilasi sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan penyebarar Covid 19.

Kepala Lapas Kelas II A Lhokseumawe Nawawi kepada Waspada.id, Sabtu (8/5) menjelaskan, narapidana yang dibebaskan melalui program asimilasi dan integrasi di rumah, sesuai beberapa ketentuan.

“Dengan ketentuan yaitu, untuk napi kasus narkotika hukumannya di bawah lima tahun dan telah menjalani 1/2 masa pidana dan perhitungan 2/3 masa pidananya di bawah tanggal 30 Juni 2021,” jelasnya.

Sedangkan untuk pidana umum, baru bisa diberikan program asimilasi dan integrasi di rumah, apabila napi telah menjalani masa pidana 1/2, dan 2/3 masa pidananya di bawah 30 Juni 2021.

Narapidana yang telah dibebaskan melalui program asimilasi, umumnya mereka yang terkait dengan tindak pidana umum. Dengan hukumannya, 2 tahun, 8 bulan, dan 2 bulan. “Mereka dibebaskan dari tanggal 5 sampai dengan tanggal 7 Mei 2021,” tambah Nawaw.

Pembahasan napi kali ini memiliki nilai penting, karena bertepatan dengan bulan Ramadhan. Mereka terlihat gembira bisa berkumpul bersama keluarga menjelang Idulfitri.

Menurut Kalapas Kelas II A Lhokseumawe, program asimilasi dan integrasi di rumah merupakan pelaksanaan Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor : 32 Tahun 2020. Yaitu tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat bagi Narapidana dan Anak Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covi-19.(b08)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2