Selama Pandemi, Kantor Imigrasi Klas II TPI Lhokseumawe Sepi

- Aceh
  • Bagikan

LHOKSEUMAWE (Waspada): Selama dilanda masa pandemi Covid-19, Senin (1/11), suasana di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe setiap harinya tampak sepi dan lengang dari aktivitas masyarakat pemohon dan pengurus paspor.

Sekilas Kantor Imigrasi Klas II TPI Lhokseumawe terlihat lengang dan kosong melompong tanpa ada warga yang datang dan tak nyaris tak ada petugas yang sibuk melayani pengurusan paspor.

Kepala Imigrasi Klas II TPI Lhokseumawe Fauzi melalui Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi pada Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe, Ahmad Jeffry membenarkan kondisi harian Kantor Imigrasi setempat kerap sepi dari pemohon paspor.

Dikatakannya, semenjak pandemi, kondisi itu terjadi seratus persen semenjak pandemic Coronavirus Disease (Covid-19) melanda dunia, khususnya Provinsi Aceh.

Sebelum dilanda pandemi, pemohon paspor di kantor Imigrasi yang memiliki wilayah kerja Kabupaten Bireuen, Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe itu mencapai 100 orang per hari.
Terhitung hampir 100 pemohon paspor setiap harinya yang sibuk lalu lalang mengikuti proses pengurusan paspor.

Namun sejak pandemi justru keadaannya berubah drastis tinggal 100 orang pemohon untuk setiap bulannya.

Disebutkannya, terhitung selama Tahun 2021, jumlah permohonan paspor di Kantor Imigrasi Lhokseumawe mulai Januari tercatat sebanyak 177 pemohon, Februari tercatat sebanyak 227 orang.

Pada Maret tercatat sebanyak 184 orang, Mei tercatat sebanyak 87 orang, Juni 56 orang, Agustus 32 orang, September 78 orang dan Oktober 159 orang. Sedangkan alasan kebutuhan paspor dibuat untuk persiapan umrah, berwisata dan memperpanjang masa berlaku.

Pada Oktober 2021, pemohon paspor sedikit meningkat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Peningkatan itu, terjadi seiring dengan adanya informasi bahwa warga Negara Indonesia sudah dibolehkan kembali untuk melaksanakan ibadah umrah. Sehingga reaksi jumlah pemohon paspor mulai meningkat secara perlahan lantaran kebutuhan untuk melaksanakan umroh.

Meski pun kesempatan untuk Umroh telah dibuka dan jadwalnya juga belum bisa dipastikan, namun masyarakat Aceh tetap mulai antusias mengurus pembuatan paspor untuk melaksanakan ibadah rukun Islam yang kelima.

“Terakhir, kita lakukan pelayanan di Kabupaten Bireuen rata-rata pemohon untuk persiapan umrah,” jelasnya.

Jerry menjelaskan untuk mengantisipasi melonjaknya pemohon di tengah pandemi sejak dini, maka pihaknya tetap siap memberi pelayanan dengan mengutamakan protokol kesehatan (Prokes) bagi seluruh petugas dan pemohon yang datang.

Antara lain dengan wajib memakai masker, sarung tangan, handsanitizer, setelah itu baru dapat memberi pelayanan pengurusan paspor secara maksimal kepada masyarakat.

Bahkan mengingat Kantor Imigrasi Klas II TPI Lhokseumawe sedang menerapkan program Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), maka menyediakan fasilitas khusus bagi anak-anak, orang tua renta, ibu hamil dan penyandang cacat

“Kita juga menyediakan kursi yang sudah dibatasi, kita juga mengimbau kepada masyarakat silahkan datang ke kantor jika ingin mengurus paspor dengan mempersiapkan berkas resmi sesuai persyaratan, kami akan memberikan pelayanan serta kemudahan kepada pemohon. Kami juga menyediakan fasilitas bagi pemohon difabel,” tuturnya. (b09)

Keterangan Foto : Seorang warga pemohon pengurusan paspor untuk kepentingan melanjutkan pendidikan tinggi di Negara Malaysia, Senin (1/11) sedang mendapat pelayanan Petugas Kantor Imigrasi Klas II A TPI Lhokseumawe. Waspada/Zainuddin Abdullah

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *