Waspada
Waspada » Sekdako Lhokseumawe Bentuk TPF Jual Beli Kios di Pasar Inpres
Aceh

Sekdako Lhokseumawe Bentuk TPF Jual Beli Kios di Pasar Inpres

 

LHOKSEUMAWE (Waspada) : Untuk menanggapi keluhan pedagang terhadap kinerja Disperindagkop Lhokseumawe yang diduga sarat korupsi, Sekdakot Lhokseumawe T. Adnan membentuk tim independen pencari fakta (TPF) jual beli kios di Pasar Inpres Jalan Listrik Kec. Banda Sakti.

Hal itu diungkapkan Sekdakot Lhokseumawe T. Adnan yang dikonfirmasi via telepon selulernya, terkait upaya mengurai benang kusut antara pedagang dengan Disperindagkop.

Dikatakannya, pihaknya telah membentuk tim independen pencari fakta kasus jual beli kios di Pasar Inpres Jalan Listrik untuk mencari kebenaran dan titik terang penyelesaian masalah.
Rencananya tim tersebut akan bekerja mulai besok, Selasa(16/3), menggelar rapat pertemuan dan akan diberikan nota dinas untuk dapat turun lapangan meninjau kios bermasalah di Pasar Inpres Jalan ListriiK.

“Tim independen itu sudah dibentuk dan mulai besok sudah mulai bekerja dan akan menggelar rapat untuk dapat turun ke lapangan. Kita akan berikan nota dinas kepada tim,” ujarnya .
Ketika berapa jumlah orang dan unsur mana saja yang ikut dipilih menjadi tim independen itu, sekda mengaku dirinya meminta waktu untuk melihat nota dinasnya dan akan segera memberi kabar setelah mengetahuinya.
Sekda menjelaskan Tim yang akan bekerja diarahkan untuk mencari fakta dan melahirkan solusi pemecah masalah agar masalah kisruh pedagang dengan Disperindagkop tuntas.

Disisi lain, Untuk memenuhi janjinya pada para pedagang yang mengeluh kehilangan tempat usahanya, Sekdako Lhokseumawe T. Adnan melakukan inspeksi mendadak terhadap 14 unit kios dipasar Inpres Jalan Listrik Kec. Banda Sakti yang diduga dijual belikan oleh pihak Disperindagkop setempat.
Kedatangan sekda dan rombongannya pada Jumat (13/3), sekira pukul 11.00 Wib itu disambut hangat oleh para pedagang yang sempat kaget karena tidak membayangkan hal itu terjadi tiba-tiba.

Sekda yang datang dengan pihak DPRK Lhokseumawe terlihat tanpa didampingi oleh Kadisperindagkop Lhokseumawe Ramli dan Kepala UPT. Pasar Zulfian.
Sekda langsung mengajak komunikasi para pedagang untuk mendengar keluhan dan melihat langsung kondisi 14 unit kios yang diduga dijual beli pihak Disperindagkop Kota Lhokseumawe.

Perwakilan Pedagang Pasar Inpres Jalan Listrik Mukhtar alias Belalang mengatakan pihaknya langsung menunjukkan sejumlah kios itu telah ditempati oleh para pedagang baru. Sementara pedagang lama nasibnya terusir dan kehilangan tempat usahanya.

Padahal sebelumnya, Kadisperindagkop Lhokseumawe Ramli dan Kepala UPT. Pasar Zulfian mengundang para pedagang yang menempati bangunan kios tersebut mengikuti rapat di Kantor Disperindagkop di Gampong Uteunkot.
Dalam pertemuan itu, pedagang diminta mengosongkan barangnya karena kios itu akan dibangun baru dan bila sudah rampung dibangun baru nantinya langsung dikembalikan kepada pedagang lama.

Akan tetapi, ironisnya usai dibangun baru ternyata pihak dinas malah menyerahkan kios kepada orang lain hingga orang lama kehilangan tempat usahanya.
Hal inilah yang akhirnya menuai protes dari pedagang terhadap Disperindagkop yang telah membuat pedagang mengalami kerugian dan kehilangan tempat usahanya.

Secara terpisah, Sekdakot Lhokseumawee T. Adnan membenarkan dirinya telah melakukan sidak terhadap kios yang menuai sengketa antara pedagang dan Disperindagkop.
Hal itu dilakukannya untuk meninjau secara langsung terhadap persoalan yang dikeluhkan pedagang, karena pedagang adalah penyumbang retribusi untuk daerah.

Sekda berharap dengan terbentuknya tim tersebut dapat mengakhiri kisruh dan sengketan masalah antara pedagang dan pihak Disperindagkop Kota Lhokseumawe. ( b09)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2