Sekda Agara Tinjau Pos Pengaman Dan Penyekatan Lebaran - Waspada

Sekda Agara Tinjau Pos Pengaman Dan Penyekatan Lebaran

- Aceh
  • Bagikan
Sekdakab Mhd. Ridwan sedang menandatangani absen kunjungan telah meninjau Pos Pengaman Penyekatan Lebaran 2021 di Pos Perbatasan Lawe Pakam Kecamatan Babul Makmur Aceh Tenggara-Lawe Pakam Kecamatan Mardingding Karo, Sumut. Waspada/Ali Amran
Sekdakab Mhd. Ridwan sedang menandatangani absen kunjungan telah meninjau Pos Pengaman Penyekatan Lebaran 2021 di Pos Perbatasan Lawe Pakam Kecamatan Babul Makmur Aceh Tenggara-Lawe Pakam Kecamatan Mardingding Karo, Sumut. Waspada/Ali Amran

 

KUTACANE (Waspada): Untuk memberikan semangat dan meningkatkan motivasi kerja petugas di lapangan, Sekdakab Aceh Tenggara (Agara) Mhd. Ridwan, Kamis (20/5) meninjau pos pengaman dan penyekatan lebaran 2021.

Dalam kunjungannya ke pos penyekatan Lawe Pakam yang memisahkan Aceh Tenggara Provinsi Aceh dengan desa Lau Pakam Kecamatan Mardingding Kabupaten Karo, Provinsi Sumut tersebut, Sekdakab didampingi Kadis Kominfo Zul Fahmi, Plt. Kadis Koperasi dan UKM, Zulpan Harijadi, Kalaksa BPBD, Nazmi Desky dan Kadis Perhubungan, Zahrul Akmal.

Kepada Waspada.id, Sekdakab Mhd. Ridwan didampingi Kadis Komunikasi dan Informatika, Zul Fahmi mengatakan, selain memberikan motviasi pada petugas di pos penyekatan Lebaran Idul Fitri 2021, kedatangan rombongan ke Lawe Pakam juga, untuk mengecek dan memastikan persyaratan terhadap setiap orang yang masuk ke Aceh Tenggara maupun yang keluar dari bumi sepakat segenep.

Untuk menekan angka terpapar Covid-19 di Aceh Tenggara, perlu dilakukan antisipasi dan upaya pencegahan meningkatkan warga yang terdampak Covid-19, sebab itu, petugas di pos penyekatan perbatasan perlu memperketat pemeriksaan terhadap warga maupun setiap kenderaan bermotor yang masuk ke Aceh Tenggara.

Karena itu, bagi warga yang masuk dan keluar dari dan ke Aceh Tenggara, harus membawa dan mampu menunjukkan hasil rapid tes antigen, jika tidak ada ,maka tidak dibenarkan masuk ke Aceh Tenggara, pembatasan dan persyaratan tersebut berlaku sampai 24 Mei akan datang.

Hasil rapid test antigen tersebut juga, ujar Sekdakab Muhammad Ridwan dan Zul Fahmi, hanya berlaku selama 1 X 24 jam, setelah itu warga yang ingin bepergian keluar dan masuk ke Aceh Tenggara, harus membawa hasil rapid terbaru lagi.

Sebelumnya, Kadis Perhubungan Aceh Tenggara,Zahrul Akmal melalui suratnya,17 Mei lalu mengatakan, berdasarkan Surat Gubernur Aceh Nomor 440/9212 tanggal 14 Mei 2021, terhitung sejak 18 -24 Mei akan datang, bagi perusahaan pengangkutan orang baik sopir maupun penumpang agar mengurus dukomen RT-PCR, swab test antigen atau genose, bila melakukan perjalanan antar provinsi.

Dokumen rapid test–PCR, swab test antigen atau Genose tersebut, ujar Zahrul Akmal, berlaku selama tiga hari dan harus ditandatangani dokter, baik di Puskesmas maupun yang bertugas di rumah sakit.(b16)

 

  • Bagikan