Sekarang Bisa Memiliki Perusahaan Hanya Dengan Biaya Rp50 Ribu

Sekarang Bisa Memiliki Perusahaan Hanya Dengan Biaya Rp50 Ribu

  • Bagikan
Salah seorang pelaku UKM di Kota Lhokseumawe sedang mempertanyakan tentang pengurusan perusahaan pada kegiatan Sosialisasi Perusahaan Perorangan, Senin (25/10).Waspada/Zainal Abidin
Salah seorang pelaku UKM di Kota Lhokseumawe sedang mempertanyakan tentang pengurusan perusahaan pada kegiatan Sosialisasi Perusahaan Perorangan, Senin (25/10).Waspada/Zainal Abidin

LHOKSEUMAWE (Waspada): Pelaku UKM hanya mengeluarkan biaya Rp50 ribu, sudah bisa mendapatkan perusahaan. Dengan mendapatkan status perseroan perorangan, semakin mudah mendapatkan pinjaman modal usaha dari Perbankan, bantuan dari Kementerian dan Dinas terkait.

Kepala Divisi Pelayanan Hukum (Yankum) dan HAM Kantor Kemenkumham Wilayah Aceh, Sasmita menjelaskan hal tersebut pada acara Sosialisasi Perseroan Perorangan kepada pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM), Senin (25/10) di Lhokseumawe. Kegiatan tersebut dihadiri para pelaku UKM dari Kota Lhokseumawe dan sekitarnya.

Dalam kesempatan itu, Sasmita menejelaskan, pentingnya badan hukum untuk pelaku UKM. Diantaranya, tentang perkembangan UKM setelah mendapat status menjadi sebuah perusahaan. Untuk mengurus usaha menjadi perusahaan juga tidak sulit. Hanya dengan membeli voucher Rp50 ribu, warga sudah bisa mengurus perusahaan secara online.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Sasmita juga menjelaskan tentang cara pendaftaran secara online. Pelaku UKM hanya perlu memiliki akun email dan NPWP dari kantor pajak.

Pelaku UKM yang belum memiliki akun email dan NPWP, juga dipermudah dengan disediakan link ke web pengurusan NPWP secara online. “Hanya dengan membeli voucher Rp50 ribu, saat ini juga bisa mendapatkan perusahaan,” tegas Kadiv Yankum dan HAM kembali.

Hadir pada kegiatan sosialisasi Kalapas Kelas IIA Lhokseumawe H.Nawawi, perwakilan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe, dan Kepala Disperindagkop Pemko Lhokseumawe.

Sosialisasi Perseroan Perorangan, menurut Sasmita dilakukan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, melalui perkembangan UKM. Ketika sejumlah perusahaan besar bangkrut karena kondisi pandemi, ternyata UKM mampu bangkit. “Karena di masa pandemi Covid-19, ketika perusahaan-perusahaan besar kolaps, justru UKM ini eksis, sehingga pemerintah melirik ke sana,” jelas Sasmita.

Dia juga menjelaskan dipilihnya Kota Lhokseumawe sebagai sasaran sosialisasi pengurusan Perusahaan Perorangan. Menurutnya, Lhoksemuawe memiliki jumlah UKM terbesar di Provinsi Aceh. Sesuai dengan sistem data online, jumlah UKM Lhokseumawe mencapai 11.400 usaha. Sementara UKM diseluruh Indonesia sejumlah 6.000.500 usaha.(b08)


  • Bagikan