Sebulan Kebocoran Gas, Warga Mulai Sesak Dengan Bau Gas

Sebulan Kebocoran Gas, Warga Mulai Sesak Dengan Bau Gas

  • Bagikan
Warga warga Dusun Keude Baroh, Gampong Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Senin (20/9), menunjukkan gelembung kebocoran jaringan pipa gas dan membuat warga sesak bernafas. Waspada/Zainuddin Abdullah
Warga warga Dusun Keude Baroh, Gampong Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Senin (20/9), menunjukkan gelembung kebocoran jaringan pipa gas dan membuat warga sesak bernafas. Waspada/Zainuddin Abdullah

LHOKSEUMAWE (Waspada): Terhitung hampir satu bulan lebih terjadi kebocoran jaringan pipa gas rumah tangga terbiar tanpa penanganan, hingga membuat warga Dusun Keude Baroh, Gampong Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe mulai merasa sesak menghirup udara berbau gas menyengat di hidung.

Pantauan di lapangan, warga menduga sejumlah titik jaringan pipa gas itu mengalami kebocoran sepanjang bibir Jalan Medan-Banda Aceh, atau di Pintu 1 Arun setempat. Tuha Peut Gampong Meuria Paloh, Husni Thamrin mengatakan, gas tersebut bocor sudah terjadi sejak satu bulan lalu.

                                             

Untuk membuktikan terjadinya kebocoran gas, warga menyiramkan air hingga tergenang di tepi aspal lokasi galian jaringan pipa gas. Lalu gas bocor terlihat ketika mengeluarkan gelembung dalam air dan menyembur tanpa henti.

Bahkan pihaknya juga sudah melakukan berbagai upaya mengonfirmasi ke pihak PGN, namun setelah dilakukan survei di lapangan hingga kini belum ada tindakan apapun dari mereka. Sehingga terkesan pihak terkait tidak bertanggung jawab sampai membiarkan kebocoran gas terjadi dan telah menimbulkan dampak buruk yang mengganggu kesehatan dan kenyamanan warga.

“Kebocoran gas menebar bau yang sangat menyengat, bahkan masuk ke dalam rumah dan dikhawatirkan berdampak pada kondisi kesehatan,” ujarnya.

Husni berharap pihak terkait agar bertanggung jawab dan tidak menelantarkan kebocoran gas yang sudah mengganggu kesehatan masyarakat. Apalagi, pada umumnya warga merasa sudah tidak tahan lantaran udara tercemar bau gas yang tidak sedap yang kian menyesakkan dada.

Sementara Direktur Perusahaan Daerah Pembangunan Lhokseumawe (PDPL) Gani yang dikonfirmasi via telepon selulernya mengaku sedang rapat di bidang hukum Pemko Lhokseumawe. Gani mengaku mengetahui persoalan kebocoran gas itu. Namun untuk konfirmasi Gani mengarahkan Heriadi untuk memberi penjelasan.

“Saya sedang dalam rapat. Soal kebocoran gas nanti Pak Hariadi yang akan memberi penjelasannya. Sebentar ya saya ikut rapat dulu,” ujarnya. (b09)

  • Bagikan