Waspada
Waspada » Satpol PP Aceh Tamiang Perintah Pemilik Bongkar Bangunan Tanpa Izin
Aceh

Satpol PP Aceh Tamiang Perintah Pemilik Bongkar Bangunan Tanpa Izin

Tim Satpol PP dan WH Aceh Tamiang serta pihak terkait lainnya ketika melakukan peninjauan di lokasi bangunan yang akan dibongkar Senin (7/12) mendatang karena pemiliknya tidak mengantongi izin mendirikan bangunan, Jumat (4/12) sore. Waspada/Muhammad Hanafiah
Tim Satpol PP dan WH Aceh Tamiang serta pihak terkait lainnya ketika melakukan peninjauan di lokasi bangunan yang akan dibongkar Senin (7/12) mendatang karena pemiliknya tidak mengantongi izin mendirikan bangunan, Jumat (4/12) sore. Waspada/Muhammad Hanafiah

KUALASIMPANG (Waspada): Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Kabupaten Aceh Tamiang memerintahkan kepada pemilik bangunan untuk membongkar bangunan tanpa izin yang berlokasi di samping SMPN I Karang Baru, persisnya di Kampung Bundar,Kecamatan Karang Baru, Kab.Aceh Tamiang.

Pengamatan Waspada, Jumat(4/12) sore, tampak Tim Satpol PP dan WH bersama TNI, Polri, Datok Penghulu Kampung Bundar dan instansi terkait lainnya sudah turun langsung ke lokasi bangunan permanen berkontruksi beton yang dindingnya menempel bersatu dengan pagar beton SMPN 1 Karang Baru dan Bangunan tambahan rumah toko (ruko) itu juga berdiri di atas parit (drainase) milik publik.

Kasi Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat (Trantib) Satpol PP dan WH Kabupaten Aceh Tamiang, Lili Dirtayani yang turut didampingi Kepala Bidang Penegakan Perundangan undangan Daerah pada Kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayahatul Hisbah (Satpol-PP dan WH) Aceh Tamiang, Mustafa Kamal ketika dikonfirmasi Waspada di lokasi peninjauan, Jumat(4/12) sore menjelaskan, pihaknya sudah berkonsultasi dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar pemilik ruko harus membongkar bangunan yang tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) dari Pemkab Aceh Tamiang.

Memang, kata Lili, bangunan ruko yang ada di sebelahnya ada izin mendirikan bangunan (IMB), namun bangunan tambahan yang menempel ke ruko dan pagar SMPN 1 Karang Baru tidak ada IMB.

“Makanya sudah pernah juga digelar rapat yang hasilnya keputusan rapat, pemilik bangunan harus membongkar bangunannya dan jika tidak bersedia membongkar bangunannnya maka pihak Satpol PP dan WH bersama pihak terkait lainnya yang akan membongkar bangunan ini pada Senin (7/12) pekan depan,” tegas Lili.

Datok Penghulu Kampung (Kepala Desa) Bundar, Kecamatan Karang Baru, Almahdar ketika dikonfirmasi Waspada di lokasi peninjauan pembongkaran bangunan tersebut menyatakan, dirinya sebagai Datok Penghulu Kampung Bundar tidak pernah menerbitkan rekomendasi izin untuk mendirikan bangunan ini dibangun berdiri di atas parit dan tembok pagar dinding SMPN 1 Karang Baru.

Menurut Almahdar, warga ada yang keberatan bangunan tersebut dibangun di atas parit yang merupakan milik publik dan Kepala SMPN 1 Karang Baru juga merasa keberatan karena bangunan tersebut menempel di tembok pagar beton milik SMPN 1 Karang Baru.

Pemilik bangunan, Muslim ketika ditanya Waspada menyatakan, sebelum membangun, terlebih dahulu sudah minta izin kepada Datok Penghulu Kampung Bundar yang lama, Mukhsin dan kepada Kepala SMPN 1 Karang Baru yang lama, Pak Adi yang menyatakan tidak masalah jika ingin mendirikan bangunan di lokasi ini.
“Tetapi pada waktu itu tidak ada surat hitam di atas putih yang menyatakan setuju tidak keberatan jika di atas parit dan di dinding pagar tembok SMP boleh mendirikan bangunan,” ungkapnya.

Bahkan, ungkap Muslim, dirinya membangun parit beton ukuran yang dalam dan panjangnya mencapai 15 meter dan menambah tinggi pagar beton SMPN supaya anak-anak sekolah tidak cabut sekolah melompat dari pagar yang rendah.

“Semua itu saya saya lakukan tidak ada merugikan masyarakat karena dengan adanya bangunan yang saya bangun tidak ada menutup saluran air parit tetap lancar mengalir dan tidak benar dengan adanya bangunan yang saya bangun menyebabkan banjir,” tutur Muslim.

Namun,imbuh Muslin , karena sudah ganti kepala SMPN 1 Karang Baru dengan yang baru dan Datok Penghulu yang lama juga sudah ganti dengan yang baru, sehingga muncul protes sekarang merasa ada yang keberatan.

“Tetapi ya sudahlah saya pun ikhlas bangunan ini dibongkar karena saya memang tidak punya surat izin untuk membangun di atas parit dan dinding pagar tembok SMPN 1 Karang Baru,” ucap Muslim yang bekerja sebagai guru yang dikenal baik oleh masyarakat dan juga salah seorang perangkat Kampung Bundar.(b14)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2