Waspada
Waspada » Satgas Covid-19 Aceh Gelar Rakor
Aceh

Satgas Covid-19 Aceh Gelar Rakor

Sekda Aceh, Taqwallah (tengah), bersama Kasdam IM, Brigjen TNI Joko Purwo Putranto dan Wakapolda Aceh, Brigjen Pol. Raden Purwadi, menggelar Rakor Penanganan Covid-19 di Aceh, yang turut diikuti seluruh unsur Satgas Covid-19 Aceh secara virtual yang berlangsung di Gedung Serbaguna Setda Aceh, Banda Aceh, Selasa (15/6). Waspada/Ist

BANDA ACEH (Waspada): Sekda Aceh, Taqwallah, bersama Kasdam Iskandar Muda dan Wakapolda Aceh, memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 di Aceh, yang digelar di Gedung Serbaguna Setda Aceh, Selasa (15/6).

Selain seluruh unsur Satgas Covid- 19 Aceh, Rakor itu juga diikuti Wali Kota Banda Aceh, Langsa, Lhokseumawe, Bupati Aceh Besar, Pidie serta para Kepala SKPA yang mengikutinya secara virtual.

Sekda Aceh mengatakan, Rakor tersebut merupakan rapat ketiga yang dilakukan bersama dengan pihak Polda Aceh dan Kodam Iskandar Muda. Di mana rapat pertama digelar di Mapolda Aceh dan yang kedua di Makodam Iskandar Muda.

Rakor itu sendiri digelar dengan fokus pembahasan atas lima kabupaten/kota dengan kasus terkonfirmasi positif tertinggi. Harapannya, dengan adanya rakor tersebut diharapkan dapat menunjukkan hasil lebih baik dalam hal penanganan yang dilakukan satgas Covid-19 kabupaten/kota dalam seminggu ke depan.

“Harapannya agar seluruh Posko Covid-19 di seluruh Aceh diaktifkan, mulai dari posko pusat hingga tingkat gampong. Semua itu merupakan bagian dari upaya memutus mata rantai penyebaran virus,” kata Sekda.

Sekda melihat semua lapisan masyarakat sudah berusaha maksimal. Saat melewati beberapa gampong di Aceh, hampir semuanya telah meletakkan spanduk peringatan bahaya covid.

“Misal spanduk dengan tulisan tidak menerima masyarakat pendatang tanpa surat swab. Ini artinya kesadaran masyarakat sudah sangat baik,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Staf Kodam Iskandar Muda (Kasdam IM), Brigjen TNI Joko Purwo Putranto, mengatakan, perlu upaya bersama memberantas covid-19. Hal yang paling mendasar yang harus dilakukan adalah disiplin menerapkan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Hal itu kata dia, memang sederhana namun sangat sulit diterapkan.

“Kalau kita lengah bisa bahaya. Karena itu laksanakan apa yang menjadi syarat, dengan demikian kita sudah meminimalisir terkena virus,” kata Joko.

Ia menambahkan, menjadi tugas bersama, mulai dari pemerintah, TNI hingga Polri untuk meningkatkan disiplin masyarakat. Dengan kerja bersama itu, disiplin masyarakat bisa meningkat. “Ini tantangan kita. Harus bersama tidak boleh bekerja sendiri-sendiri.”

Wakapolda Aceh, Brigjen Pol. Raden Purwadi, mengatakan perlu kerja ekstra dan mengevaluasi kinerja semua lintas hingga ke tingkat paling bawah, untuk menyukseskan berbagai program penanganan covid. Pihaknya bahkan mengintervensi hingga ke tingkat Polsek untuk jalannya berbagai program.

“Di tempat kami, kapolsek yang tidak berbuat kita ganti. Itu salah satu bentuk evaluasi kota, dengan itu kita tahu sampai ke tingkat bawah semua bekerja dan berkoordinasi dalam menangani covid ini,” kata Raden.

Raden yakin, dengan kerja bersama, upaya memutus mata rantai penyebaran covid dapat dilakukan.

Raden juga menjelaskan rekomendasi Polda Aceh kepada Satgas Covid-19. Di antaranya adalah percepatan program vaksinasi dan memaksimalkan fungsi Posko PPKM Mikro. Selanjutnya adalah meningkatkan penegakan disiplin protokol kesehatan dan mobilitas masyarakat dan antisipasi meningkatnya kasus jelang libur idul fitri.

Polda juga menekankan pentingnya penanganan hulu sebagai kunci penanganan covid. Artinya peran kepala keluarga dan perangkat desa sangat penting. Bukan hanya itu, jelang Idul Adha, Majelis Permusyawaratan Ulama perlu mengeluarkan tausiyah terkait kegiatan ibadah serta teknis penyembelihan dan pembagian daging hewan kurban. (b03)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2