Waspada
Waspada » Sample Pencemaran Limbah Diuji
Aceh

Sample Pencemaran Limbah Diuji

Tim DLHK Aceh Utara dan Polres Lhokseumawe, Rabu (2/12), telah mengambil sample yang diduga tercemar limbah PT. PIM di Pelabuhan Umum Krueng Geukuh. Waspada/Ist

Krueng Geukuh (Waspada): Karena diduga terjadi pencemaran limbah, Tim Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kab. Aceh Utara bersama Polres Lhokseumawe telah turun ke lokasi untuk mengambil sampel air laut di kawasan Pelabuhan Krueng Geukuh, Kec. Dewantara,

Pengambilan sampel itu berlangsung Rabu (2/12), ikut dibantu oleh nelayan, turut didampingi staf Humas PT. PIM disaksikan sejumlah petugas Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lhokseumawe.

Pasca itu, Tim DLHK dan polisi juga meninjau lokasi Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) di dalam kawasan pabrik PIM.

Kabid Amdal Kantor DLHK Kab. Aceh Utara Taufik mengatakan pengambilan sampel dilakukan di dua titik ,pertama di titik lokasi yang dikeluhkan warga, yaitu di titik paling ujung bagian timur pelabuhan.

Selanjutnya, titik kedua berada pada tempat saluran IPAL di PT PIM.
“Kami bersama tim dari Polres turun untuk mengusut dugaan pencemaran ini. Karena ikan-ikan banyak yang mati, akibat tercemar atau sisa-sisa dari jaring nelayan. Sampel ini akan kita uji laboratorium untuk memastikan tercemar amoniak atau tidak,” jelasnya.

Taufik menjelaskan untuk hasil uji sample laboratoriumnya baru bisa diketahui dalam waktu dua atau tiga hari ke depan.

Namun mengingat saat ini memasuki akhir tahun, tentu banyak sampel yang sudah antri untuk diuji, maka pihaknya pun belum bisa memastikan kapan hasilnya turun.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Aceh Utara mengungkap bahwa PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) kerap buang limbah amoniak ke laut.

Hal itu terjadi ketika tekanan pada sistem berlebih sehingga harus dilepaskan ke laut.

“Kami kerap menerima keluhan dari masyarakat. Tapi pihak PT. PIM mengaku terpaksa buang amoniak ke laut, setiap terjadi tekanan berlebihan. Kami dari dinas sudah menyarankan perusahaan itu segera merealisasikan Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) dengan storage,” jelasnya.

Menurut Taufik, biasanya, bila biota laut banyak yang mati, maka kemungkinan karena pencemaran air laut pelabunan sudah melebihi ambang batas baku mutu, atau kadar pencemarannya tinggi.

“ Kami sudah menegaskan ke pihak perusahaan pupuk tersebut, bahwa pembuangan limbah ke laut melanggar undang-undang. Dan hasil konfirmasi sebulan lalu itu, PIM mengaku akan mengerjakan proyek IPAL,” sebutnya.

Taufik menegaskan PT. PIM harus segera membuat IPAL agar amoniak tidak langsung terlepas ke laut namun terproses terlebih dahulu di dalam instalasi pengolahan.

Sementara itu, Manager Humas PT. PIM Nasrun membenarkan Tim DLHK Aceh Utara dan Satreskrim Polres Lhokseumawe telah turun ke pelabuhan Umum Krueng Geukuh untuk ambil sample yang diduga tercemar limbah.

“Untuk sementara ini, kita tunggu saja hasil uji sample itu. Biarlah Tim DLHK yang akan menyampaikannya. Kami juga tidak bisa berkomentar lebih, sampai ada hasil uji samplenya, “ paparnya. (b09)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2