Sampah Masih Menumpuk Dan Membusuk Di Lhokseumawe

- Aceh
  • Bagikan
Sampah Masih Menumpuk Dan Membusuk Di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE (Waspada): Meski Pj Wali Kota Lhokseumawe Imran telah menabuh genderang perang sampah, Minggu (13/11), namun justru sebaliknya pemandangan di lapangan masih banyak ceceran sampah menumpuk di jalan umum khususnya di kawasan Kec. Banda Sakti.

Sampah Masih Menumpuk Dan Membusuk Di Lhokseumawe
Setiap harinya sampah menumpuk hingga menebar bau busuk di sejumlah badan jalan umum. Salah satunya tumpukan sampah, terbiar di Jalan pasar Inpres Kec. Banda Sakti Kota Lhokseumawe, Minggu (13/11). Waspada/Zainuddin Abdullah

Bahkan setiap harinya, banyak terlihat keberadaan sampah yang menumpuk di sejumlah tempat umum bukan hanya merusak pemandangan, melainkan juga telah menebarkan aroma bau busuk yang menyengat hidung.

Sejumlah warga menilai kinerja Pj Wali Kota yang bertekad perangi sampah hanyalah sebuah ambisi besar kemampuannya tidak ada.

Hal ini dapat ditandai dengan kondisi sampah yang menumpuk disembarang tempat seperti di Jalan Pasar Inpres, jalan Merdeka, dan jalan Negara Medan – Banda Aceh, Lorong empat Desa Mon Geudong samping Kantor DPKAD, Lorong Tiga Desa Kuta Blang samping Kantor Pajak dan sekitarnya.

Salah seorang warga Pasar Inpres Razali mengatakan hari pertama Pj Wali Kota Lhokseumawe Imran memang terlihat rutin turun ke lapangan untuk membersihkan sampah di tempat umum. Tak hanya itu, Walkot juga sangat fokus umengerahkan alat berat untuk membersihkan sampah dan sedimentasi dalam saluran.

Hal itu dilakukan dengan tujuan dapat mengendalikan banjir yang sering menggenangi daerah kawasan Kota Lhokseumawe seperti di Jalan Perniagaan dan Sukaramai.

Razali menjelaskan namun setelah 100 hari masa tugasnya berlalu, kini pemandangan lama kembali terjadi dengan kondisi sampah yang menumpuk di sembarangan tempat.

Sebagian besar masyarakat mulai mengeluh tentang sampah yang tidak ditangani secara serius oleh petugas kebersihan Kantor Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Lhokseumawe.

Razali menyebutkan saat ini hampir setiap harinya pemandangan sampah menumpuk di setiap persimpangan jalan umum dan tercecer di tengah badan jalan.

Apalagi dengan tidak adanya tempat pembuangan sampah di sejumlah tempat membuat masyarakat terpaksa membuang sampah sembarangan tempat.
“Setiap hari dapat kita lihat sampah menumpuk di atas badan jalan umum. Bahkan terbiar menumpuk dan menebar bau busuk dan sangat mengganggu aktivitas warga sekitarnya. Pm Walkot terkesan tidak serius menangani soal sampah,” ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan sejumlah tukang parkir dan pedagang nasi di Pasar Inpres Jalan Listrik terkait sampah yang terbiar membusuk di jalan Pasar Inpres.

Salah seorang tukang parkir Mahdani mengatakan akibat tumpukan sampah yang terbiar membusuk di Jalan Pasar Inpres menyebabkan para pedagang mengeluh dan kesal.

Seharusnya pemerintah menyediakan tempat buang sampah di tempat yang layak agar warga dapat membuang sampah pada tempatnya.

Mahdani menjelaskan seharusnya tumpukan sampah tidak dibiarkan menumpuk di atas badan jalan hingga menebar aroma tidak sedap.

Kondisi ini benar-benar sangat mengganggu masyarakat mencari rezeki terutama bagi pedagang nasi dan tukang parkir yang merasa sangat dirugikan.
Padahal kondisi ini sudah berulang kali disampaikan kepada petugas Kebersihan BLHK hingga sampai kepada Pj Wali Kota Lhokseumawe Imran. Namun kenyataannya, di lapangan justru tidak terjadi perubahan dan sampah tetap saja menumpuk sampai busuk diatas badan jalan.

Mahdani juga memaparkan belum lagi tuntas soal sampah kini pemerintah mulai sibuk menertibkan bangunan liar dengan alasan untuk penertiban dan keindahan kota.

Namun tindakan tindakan Satpol -PP atas kebijakan Pj Wali Kota Lhokseumawe Imran itu justru membuat warga setempat tidak bisa mencari nafkah terancam gulung lapak.

“Kami masyarakat di pasar Inpres selalu menjadi sasaran atas kebijakan Pj Wali Kota Lhokseumawe Imran dari sampah dan penertiban bangunan. Hal ini membuat masyarakat kesulitan mencari nafkah. Seharusnya pemerintah mensejaterakan kehidupan masyarakat dulu, setelah itu baru kita taat pada aturan penertiban,” paparnya.

Mahdani menegaskan bila dalam Minggu ini tidak juga ada perubahan maka masyarakat dan pedagang akan melakukan aksi protes terkait kinerja Pj Walkot Lhokseumawe Imran.

Sampah Masih Menumpuk Dan Membusuk Di Lhokseumawe

Terkait keluhan sampah, Kadis BlHK Lhokseumawe Syuib. Melalui Kabid Kebersihan Yulizar gagal dikonfirmasi, karena tidak berada di kantor dan tidak merespon panggilan masuk ke telepon selularnya.

Sementara itu, Pj Wali Kota Lhokseumawe Imran pernah beberapa kali diberikan informasi terkait keluhan tersebut melalui WA nomor telepon selulernya.

Meski informasi itu disambut Pj Walkot Lhokseumawe Imran dengan balasan Chat terimakasih atas informasinya, namun kenyataan di lapangan sama sekali tidak ada perubahan dan sampah tetap menumpuk diatas badan jalan umum. (b09)




Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.

Sampah Masih Menumpuk Dan Membusuk Di Lhokseumawe

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *