Saatnya ODGJ Di Pidie Bebas Dari Pasungan - Waspada

Saatnya ODGJ Di Pidie Bebas Dari Pasungan

  • Bagikan

Senin, (21/11) sore, mobil Toyota Fortuner warna putih ditumpangi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie, dr Arika Husnayanti Aboebakar, SpOG, K, dan rombongan melaju, menuju salah satu rumah warga Kecamatan Batee yang selama ini dipasung karena menderita gangguan jiwa.

Nama penderita gangguan jiwa, itu sebut saja E. Sejak beberapa tahun terakhir ini E, tinggal dirawat oleh keluarganya di dalam ruangan berukuran sekira 3×2 meter yang letaknya berada di belakang sisi rumah.

Ruangan itu terlihat kotor, gelap dan sempit. Pintu ruangan yang terbuat dari jeruji besi digembok agar E tidak bisa keluar. Saat rombongan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie bersama rombongan Wakil Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh drg Sarifah Yessi. H.M,Kes tiba, untuk menjemput E dibawa ke Banda Aceh untuk dirawat di RSJ, E terlihat sangat bahagia.

Mungkin dalam hatinya, E berkata “ ini saatnya bisa hidup bebas setelah sekian lama terkurung”.

Saat pintu ruang berhasil dibuka oleh petugas, E tidak melakukan perlawanan, dia dengan santai berjalan didampingi petugas kepolisian, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie dr Arika Husnayanti Aboebakar dan Wadir RSJ Banda Aceh drg Sarifah Yessi. Kemudian E mengikuti perintah petugas untuk menaiki mini bus milik RSJ Banda Aceh berwarna silver.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie dr Arika Husnayanti Aboebakar, SpOG, K bersama Wadir RSJ Banda Aceh drg Sarifah Yessi. H.M,Kes smenjemput dan membebaskan salah seorang pasien gangguan jiwa di Kabupaten Pidie untuk dirawat di RSJ Banda Aceh, Senin (21/11). Waspada/Muhammad Riza

Begitu masuk ke dalam mini bus E langsung duduk pada kursi bus yang telah disiapkan. Pasca dilepas dari ruangan pasungan yang pengap dan sempit, Wadir RSJ Banda Aceh drg Sarifah Yessi. H.M,Kes berjanji dihadapan Kadis Kesehatan Kabupaten Pidie dr Arika, akan melakukan pengobatan hingga yang bersangkutan dinyatakan sembuh.

Salah seorang kerabat E namanya enggan ditulis, berharap saudaranya tersebut bisa hidup normal kembali. Dijelaskan saudaranya tersebut mengalami gangguan kejiwaan dan pernah mengamuk sehingga harus menjalani hidup di kurung di dalam suatu ruangan.

Selama ini pihak keluarga terus berupaya melakukan pengobatan terhadap E. Namun kendati setelah dirawat sembuh, namun kejiwaan E tidak stabil, dan pasungan di dalam ruangan itu menjadi pilihan terakhir. Itu dilakukan agar keluarga dan warga sekitar dapat hidup tenang dan nyaman.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie dr Arika Husnayanti Aboebakar, Sp OG,K, menyebutkan jumlah Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Pidie berjumlah 2.501 jiwa, dengan rincian ODGJ mandiri sebanyak 1.301 jiwa, kategori bantuan berjumlah 749 orang, dan kategori tergantungan sebanyak 412 orang.

Sejak beberapa bulan terakhir ini telah ada beberapa ODGJ di Pidie yang telah dibebas dari pasungan. Dr Arika mengatakan pihaknya akan terus melakukan upaya agar semua ODGJ terbebas dari pasung. Penderita pasung, lanjut dr Arika akan diupayakan untuk bebas.

Caranya dengan berbasis masyarakat, karena masyarakat harus mendukung penuh, terutama keluarga agar pasca pasung tidak memperlakukan yang bersangkutan berbeda dengan orang lain.Karena kalau ada perbedaan perlakuan bisa menyebabkan gangguan jiwanya kambuh lagi. ”Kalau diperlakukan baik, mereka akan membalas dengan perlakuan yang baik pula,” katanya.

Wadir RSJ Banda Aceh drg Sarifah Yessi. H.M,Kes berharap Aceh, khususnya Kabupaten Pidie bisa bebas dari praktik pasung. Dia menjelaskan umumnya tindakan pemasungan terhadap penderita gangguan kejiwaan dilakukan oleh pihak keluarga, karena mendapat desakan dari para tetangga. Hal tersebut terpaksa dilakukan karena keberadaan penderita gangguan kejiwaan dianggap telah meresahkan.

Dia menegaskan bahwa penderita gangguan kejiwaan tidak perlu mendapat tindak pemasungan, sebab gangguan kejiwaannya bisa disembuhkan. Semoga. WASPADA/Muhammad Riza

Keterangan Foto Utama : Seorang petugas polisi di Pidie sedang membuka gembok pintu jerugi besi dengan palu saat melepaskan salah seorang pasien gangguan jiwa di Kecamatan Bate, Kabupaten Pidie, Senin (21/11). Waspada/Muhammad Riza

  • Bagikan