Rumah Sakit Tolak Bantuan Warga Tionghoa - Waspada
banner 325x300

Rumah Sakit Tolak Bantuan Warga Tionghoa

  • Bagikan
Warga Tionghua saat membawa kembali bantuan masker, obat-obatan dan APD setelah mendapat penolakan di RSUD Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak, Aceh Timur, Selasa (9/6). Waspada/Ist.

PEUREULAK (Waspada): Rumah sakit tolak bantuan warga Tionghoa di Aceh Timur, Selasa (9/6). Bantuan berupa masker dan obat-obatan yang disalurkan sekelompok warga Tionghoa asal Sumatera Utara.

Pasalnya, kedatangan mereka dinilai tidak dilengkapi dokumen resmi dan tidak melalui Tim Gugus Tugas (Gugas) Penanganan Covid-19 setempat.

Bantuan yang hendak disalurkan langsung ke Rumah Sakit dan Puskesmas itu antara lain masker, Alat Pelindung Diri (APD) dan obat-obatan. Informasi lain, meskipun ditolak pihak salah satu RSUD di Aceh Timur, namun bantuan itu diterima diterima salah satu puskesmas di Aceh Timur.

Kabarnya, ketika warga Tionghoa itu tiba dan hendak menyerahkan bantuan APD dan obat-obatan, sejumlah para medis di RSUD Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak, mempertanyakan asal bantuan dan alasan diserahkan langsung tanpa melalui Tim Gugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Aceh Timur.

Akibat jawabannya terbatas-bata spontan menimbulkan kecurigaan warga yang saat itu kebetulan berada di RSUD Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak. Bahkan kedatangan warga Tionghoa itu juga memicu kemarahan, sehingga bantuan tersebut ditolak.

Polisi Harus Mengusut

“Harus ditolak dan tidak boleh diterima (bantuan obat-obatan, APD dan masker–red), kita minta polisi harus mengusut,” ujar anggota DPRK Aceh Timur, Muhammad alias Amat Leumbeng, kepada Waspada, Rabu (10/6).

Saat petugas medis mempertanyakan asal muasal bantuan tersebut, lanjut Amat Leumbeng, warga Tionghoa itu tidak menjawabnya, kecuali hanya sebatas bantuan dari Yayasan Budha Suci.

“Jika bantuan ini mau diserahkan ke rumah sakit atau puskesmas, maka sebaiknya diserahkan ke Posko Gugas Pencegahan Covid-19 di Idi, dan barang bantuan yang dibawa harus memiliki dokumen resmi,” terangnya.

Sementara itu, Direktur RSUD SAAS Peureulak, dr. Darma, terpisah mengaku tidak menerima bantuan dari warga Tionghoa itu, karena pihak yang membawa bantuan tidak melengkapi dokumen resmi.

“Tidak ada surat dan kelengkapan administrasi serta tidak ada pendampingan dari Tim Gugas kita di Aceh Timur, sehingga kita tidak berani menerimanya,” katanya.

Meskipun bantuan sosial, lanjut Darma, namun dirinya tidak berani menerimanya.

“Kita menilai bantuan yang datang kemarin itu tidak lazim seperti biasanya, karena biasanya bantuan sosial dari luar Aceh masuk ke Puskesmas atau rumah sakit di Aceh Timur tanpa dokumen resmi, apalagi tidak ada pendampingan,” tambahnya.

Oleh karenanya, pihak RSUD SAAS membatalkan kegiatan serah terima bantuan demi menghindari kecemasan masyarakat dan petugas di RSUD SAAS Peureulak.

“Sebelum meninggalkan rumah sakit dan membawa kembali seluruh bantuan yang diserahkan tersebut, warga Tionghoa itu mengaku akan datang kembali ke Aceh Timur dan akan memenuhi protokoler kesehatan dan dokumen lainnya dalam penyerahan bantuan,” demikian Darma.

Akan Dicheck

Ketua Tim Gugas Pencegahan Covid-19 Kab. Aceh Timur, Ashadi, MM, dikonfirmasi Waspada, mengaku belum mengetahui adanya bantuan datang ke sejumlah puskesmas dan rumah sakit di Aceh Timur hingga akhirnya ditolak.

“Kita akan cek ke Dinas Kesehatan dan rumah sakit, tapi sejauh ini belum ada laporan ke kita,” katanya.

Di sisi lain, pihaknya berharap para donatur atau pihak manapun yang hendak menyalurkan bantuan apapun agar melengkapi dokumen resmi.

Bantuan diserahkan ke Posko Gugas di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur di Idi.

Hal itu bertujuan agar tidak terjadi multi tafsir di kalangan masyarakat dan petugas medis. “Jika ada puskesmas yang menerima bantuan kesehatan dari luar, maka segera koordinasi dengan instansi terkait atau tim gugas,” demikian Ashadi. (b11).

 

 

  • Bagikan