Rumah Guru SD Terbakar Di Aceh Timur - Waspada

Rumah Guru SD Terbakar Di Aceh Timur

- Aceh
  • Bagikan
POLISi coba menghindari hawa panas saat melihat kebakaran rumah guru SD di Desa Seuneubok Punteut, Kec. Peudawa, Aceh Timur, Rabu (15/1). (Waspada/Ist.)

IDI (Waspada): Satu unit rumah berkontruksi kayu milik guru SD ludes terbakar di Dusun Teungoh, Desa Seuneubok Punteut, Kec. Peudawa, Kab. Aceh Timur, Rabu (15/1) sekira pukul 11:50. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai Rp250 juta.

Pemilik rumah Saifannur, 53, saat itu sedang bekerja di dapur milik pengusaha batu bata. Sedangkan istrinya Badriah, 42, saat itu juga sedang mengajar di SDN 1 Peudawa. Kebakaran awalnya diketahui tetangga Saifannur, yang melihat asap tebal mengepul. Khawatir terjadi sesuatu lalu didekati dan ternyata asap tersebut berasal dari kebakaran rumah Saifannur.

Setelah menginformasi ke pemilik rumah, lalu diteruskan ke aparat desa setempat untuk dilaporkan ke pihak kepolisian. Tak lama kemudian, dua unit Pemadam Kebakaran (Damkar) tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman, tapi rumah milik tenaga pendidik tingkat dasar itu telah terlebih dahulu ludes diamuk sijago merah. Bahkan seluruh perabotan rumah dan barang berharga hangus dilalap api.

Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro, S.Ik, MH, melalui Kapolsek Peudawa, Ipda A. Haris Nur, SH, dikonfirmasi Waspada tadi sore membenarkan kejadian tersebut. “Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, tapi kerugian mencapai ratusan juta,” katanya.

Untuk penyebab kebakaran, kepolisian menduga akibat konslet arus pendek listrik. Seluruh barang berharga tidak ada yang selamat, karena saat kebakaran rumah dalam kondisi kosong. “Berdasarkan pengakuan pemilik rumah seluruh barang berharga seperti dokumen penting, emas, uang, tempat tidur, lemari, sofa, kulkas, televisi dan dua unit sepedamotor ikut terbakar,” demikian Ipda A. Haris Nur.

Sementara Camat Peudawa, Abdullah, terpisah mengatakan, pihaknya telah menyalurkan bantuan masa panik untuk keluarga Saifannur, namun untuk saat ini Saifannur bersama keluarga harus mengungsi ke rumah saudaranya. “Sembako dan pakaian sudah kita salurkan. Kita berharap keluarga yang ditimpa musibah ini tabah menghadapi ujian. Kita harus yakin di balik ini semua ada hikmahnya,” kata Abdullah.(b24).

  • Bagikan