RSUD TCD Sigli Berselamak Masalah

RSUD TCD Sigli Berselamak Masalah

  • Bagikan
Suasana di ruangan RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, Kabupaten Pidie. Rabu (30/12). RSUD TCD Sigli Berselamak Masalah. Waspada/Muhammad Riza
Suasana di ruangan RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, Kabupaten Pidie. Rabu (30/12). RSUD TCD Sigli Berselamak Masalah. Waspada/Muhammad Riza

SIGLI (Waspada): Sejak Logbook diterapkan, bermacam masalah terus terhembus dari dalam Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro (TCD) Sigli, Kabupaten Pidie.

Mulai dari persoalan dugaan ruang Poli kosong karena ditinggal dokter spesialis, sampai para pasien PNS golongan III dan IV mengeluhkan fasilitas yang disediakan rumah sakit tersebut.

Mereka merasa dikebiri hak-haknya karena rumah sakit tersebut tidak menyediakan fasilitas yang sesuai dengan iuran yang mereka bayarkan setiap bulan melalui pemotongan gaji. Dicontohkan, tidak adanya ruang kelas I untuk golongan III dan IV.

Ini tentu suatu masalah yang komplit dan perlu segera diselesaikan dengan bijaksama oleh Pemkab Pidie. Jujur saja, masyarakat tidak berharap banyak pada Tim Pengawas untuk menyelesaikan masalah di rumah sakit itu.

Maklum, mereka para tim pengawas tidak semua berdomisili di Kota Sigli, Kabupaten Pidie, malah ada di antara mereka tinggal dan menetap di Kota Banda Aceh. “Bagaimana mereka mau selesaikan masalah. Mereka saja sibuk dengan aktivitasnya sendiri, dan tinggal di luar Pidie,” sebut Amir warga Kota Sigli.

Berdasarkan amatan Waspada.id, sejak sepekan terakhir ini, ratusan pasien yang datang ke RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli untuk berobat harus kecewa dan memilih balik kanan kembali ke rumah mereka. Hal itu terjadi lantaran para dokter spesialis tidak datang masuk ke Poli penyakit untuk melayani para pasien.

“Kami nanti disuruh balik lagi, habis Zuhur. Dokternya sedang praktik di salah satu rumah sakit swasta,” ungkap Rahmad, warga Tangse, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan sumber Waspada.id, di lingkungan RSUD TCD, Sigli, kondisi dokter spesialis tidak masuk Poli di pagi hari itu, sudah berlangsung beberapa bulan terakhir ini.

Sejak kisruh penerapan Logbook, para dokter spesialis dan semua karyawan di rumah sakit itu melakukan protes, hingga berdampak pada seringnya ruang Poli kosong waktu pagi karena para dokter spesialis itu ditengarai melayani pasien yang berobat di beberapa rumah sakit swasta lainnya di Kota Sigli.

“Memang sekarang para dokter spesialis tidak diwajibkan lagi untuk mengisi Logbook agar bisa mengambil uang Jasa Medis (Jasmed). Pun begitu mereka belum dibayar juga uang Jasmed. Jadi sebagai protes, mereka melakukan praktik di rumah sakit-rumah sakit swasta yang ada di sini,” cerita beberapa sumber Waspada.id di lingkungan RSUD TCD Sigli.

Direktur RSUD TCD Sigli dr Muhammad Yassir, SpAn beberapa waktu lalu mengatakan, jika saat ini pihaknya sedang mengatur jam para dokter spesialis bertugas di Poli. “Ke depan mereka para dokter spesialis akan bertugas di Poli sesuai jam, bahkan sampai malam hari ada jadwal dokter spesialis yang bertugas di Poli. Ini program jadwalnya,” kata dr Muhammad Yassir sambil menujukkan nama-nama dokter di Hand Phone nya.

Menurut dr Muhammad Yassir, sejatinya tidak masalah tentang penerapan Logbook di rumah sakit yang dipimpinnya itu bila semua orang mengerti akan Permen PAN RB No 35 /2019 tentang jabatan fungsional perawat. Kata dia, ada sekira 140 kata Logbook disebutkan di Permen tersebut.

Terpisah, Koordinator Perwakilan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Kabupaten Pidie, Junaidi, SH berharap kepada para karyawan dan karyawati RSUD TCD Sigli yang tidak puas dan merasa terzalimi atas dugaan pemberlakukaan Logbook, segera membuat pengaduan kepada pihaknya. “Jadi silahkan mengadu ke YARA agar kita bisa memproses dan memanggil Direkturnya,” imbau Junaidi. (b06)

  • Bagikan