Rocky: Rawat Dan Pelihara Damai Agar Tetap Bersemi Di Bumi Aceh

  • Bagikan
BUPATI, Rocky bersama sejumlah mantan kombatan GAM menyalurkan sembako ke warga kurang mampu dalam rangka perayaan Milad GAM di Desa Matang Rayeuk PP, Idi Timur, Atim, Senin (29/11). Waspada/M Ishak
BUPATI, Rocky bersama sejumlah mantan kombatan GAM menyalurkan sembako ke warga kurang mampu dalam rangka perayaan Milad GAM di Desa Matang Rayeuk PP, Idi Timur, Atim, Senin (29/11). Waspada/M Ishak

IDI (Waspada): Menjelang milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Ke-45 Tahun 2021, pemerintah mengajak mantan kombatan dan masyarakat untuk tidak mengibarkan bendera Bulan Bintang.

“Jangan kibarkan bendera Bulan Bintang sebelum ada instruksi pimpinan. Namun yang paling penting saat ini adalah merawat dan memelihara perdamaian agar tetap bersemi di bumi Aceh,” kata Bupati Aceh Timur (Atim), H Hasballah HM Thaib atau Rocky, kepada Waspada, Selasa (30/11).

Persoalan pengibaran bendera bulan bintang, tegas mantan kombatan GAM itu, sebaiknya tetap menunggu instruksi pimpinan. “Artinya, jika pimpinan kita sudah mengatakan boleh, maka baru kita kibarkan. Namun jika pimpinan belum menginstruksikan boleh, maka tidak boleh dikibarkan,” tegasnya.

Mengingat wabah Covid-19 yang belum berakhir saat ini, lanjut Rocky, maka sebaiknya milad GAM tahun ini dirayakan dengan doa di rumah masing-masing, tidak perlu mengumpulkan orang, karena bisa menjadi kerumunan dan berpotensi terjadi penularan Corona.

Rocky juga menekankan, perayaan milad GAM yang selalu diperingati setiap 4 Desember itu agar tidak anarkis. “Jangan pernah melakukan tindakan yang melanggar hukum, karena nekat berbuat di luar ketentuan akan berhadapan dengan hukum,” timpa dia.

Menyikapi Milad GAM, Bupati Atim menyarankan agar mantan kombatan GAM untuk terus berbuat baik kepada masyarakat sebagaimana dilakukan selama ini, baik itu dalam bentuk penyantunan anak yatim piatu, pemberian sembako untuk keluarga fakir miskin dan para keluarga kurang mampu korban konflik.

“Bakti sosial seperti penyantunan dan penyaluran sembako ini perlu dilakukan secara terus menerus, sehingga keberadaan kita sebagai mantan kombatan terasa di tengah masyarakat,” ujar Rocky.

Disisi lain, politisi Partai Aceh (PA) itu juga mengingatkan mantan kombatan dan masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan isu yang belum diketahui salah dan benarnya, karena tidak tertutup kemungkinan isu tersebut sengaja dikembangkan melalui medsos dengan tujuan merusak perdamaian.

“Jangan terpancing dengan isu hoaks di medsos, dan jangan terprovokasi, karena merawat damai merupakan bagian dari misi pembangunan daerah yang lebih maju dan berkembang di masa yang akan datang,” tutur Rocky.

Bantuan

Bantuan sosial yang diberikan ke fakir miskin berupa beras, minyak goreng, kain sarung, telur uang tunai. Bantuan sembako dan uang tunai itu diserahkan antara lain Rahimah Binti Sulaiman, 46, asal Desa Matang Rayeuk PP, Idi Timur, Atim.

Selanjutnya, Nurma, 50, asal Desa Matang Bungong, Idi Timur, Atim. Lalu, Hamidah Binti Mahmud, 64, asal Desa Matang Rayeuk PP, Idi Timur, Atim. “Bantuan ini semoga bermanfaat dalam menopang kehidupan, baik para janda korban konflik maupun warga yang sakit,” pungkas Rocky.

Bupati Atim menyerahkan bantuan sosial itu secara simbolis, selebihnya akan dilakukan Panglima Sagoe (Pangsagoe) bersama para mantan kombatan GAM di kecamatannya. (b11)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *