Rencana Penerimaan APTA 2022 Aceh Utara Rp2.471.846.070.407 - Waspada

Rencana Penerimaan APTA 2022 Aceh Utara Rp2.471.846.070.407

- Aceh
  • Bagikan

ACEH UTARA (Waspada): Secara keseluruhan, rencana penerimaan anggaran pendapatan tahun anggaran (APTA) 2022 di Kabupaten Aceh Utara senilai Rp.2.471.846.070.407.

Jika dibandingkan dengan rencana penerimaan APBK-P tahun anggaran 2021, anggaran pendapatan mengalami penurunan sebesar Rp.2.402.272.720 atau 0,10 persen dari target penerimaan setelah perubahan sebesar Rp.2.474.248.343.127.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf, Selasa (23/11) pagi, pada acara rapat paripurna ke-8 masa persidangan III DPRK Aceh Utara dalam rangka penyampaian nota keuangan dan rancangan qanun tentang anggaran pendapatan dan belanja tahun anggaran 2022 di Gedung DPRK Aceh Utara.

Selanjutnya, Fauzi Yusuf, menyampaikan rincian penerimaan pendapatan tahun anggaran 2022. Kata Fauzi, pendapatan asli daerah ditargetkan sebesar Rp.229.764.364.410, meningkat 24,05 persen atau sebesar Rp.44.546.702.379 dari target penerimaan APBK 2021 setelah perubahan APBK Rp.185.217.662.031.

Kemudian, kata Fauzi, target penerimaan pendapatan transfer tahun anggaran 2022 sebesar Rp.2.172.857.706.870, meningkat 0,59 persen atau sebesar Rp.12.805.914.658 dari target penerimaan setelah perubahan APBK sebesar Rp.2.160.051.792.212.

Kemudian, sambungnya, lain-lain pendapatan yang sah direncanakan sebesar Rp.69.223.999.127 menurun 46,33 persen atau sebesar Rp.59.754.889.757 dari rencana setelah perubahan APBK sebesar Rp.128.978.888.884.

Selanjut, Fauzi menyampaikan rencana anggaran belanja tahun anggaran 2022. Total belanja yang direncanakan Rp.2.469.346.070.407. Menurun 3,20 persen atau sebesar Rp.81.669.415.296, bila dibandingkan dengan total belanja setelah perubahan APBK tahun 2021 sebesar Rp.2.551.015.485.703.

Total anggaran tersebut dirincikan kembali yaitu untuk belanja operasi direncakan Rp.1.447.124.505.615. Belanja modal direncanakan sebesar Rp.295.322.722.682, terjadi penurunan 2,28 persen atau sebesar Rp.6.901.754.728 dari rencana tahun lalu Rp.302.224.477.410.

Belanja tidak terduga direncanakan Rp.3.000.000.000 meningkat sebesar 13,62 persen atau sebesar Rp.359.687.915 dari rencana tahun lalu setelah perubahan Rp.2.640.312.085.

Kemudian belanja transfer direncakan Rp.723.809.842.110 bila dibandingkan dengan anggaran tahun lalu setelah perubahan Rp.733.809.383.423 atau menurun 1,35 persen sebesar Rp.9.910.541.313.

Selanjut Fauzi menyebutkan, berdasarkan gambaran di atas, makandapat disimpulkan bahwa Rancangan Anggaran Pendapatan Tahun Anggaran 2022 Rp.2.471.846.070.407, sementara total anggaran belanja Rp.2.469.346.070.407, sehingga terjadi surplus Rp.2.500.000.000. surplus tersebut merupakan pengeluaran pembiayaan penyertaan modal daerah.

“Penerimaan pembiayaan tahun anggaran 2022 masih nol dikarenakan belum adanya estimasi perkiraan SILPA tahun 2021. Pengeluaran pembiayaan meningkat Rp.500.000.000 dari sebelumnya Rp.2.000.000.000 menjadi Rp.2.500.000.000,” katanya.

Berdasarkan uraian di atas, kata Fauzi, maka terdapat pembiayaan Netto Rp.2.500.000.000. Divisit dari pembiayaan tersebut merupakan pengeluaran pembiayaan penyertaan modal daerah, maka sia lebih pembiyaan anggaran tahun berkenaan menjadi Rp.0.

“Rancangan APBK tahun 2022 yang kami sampaikan hari ini sesuai R KUA-PPAS tahun 2022 yang telah kami sampaikan seblumnya. Dalam obahasan nant agar mengakomodir pendapatan dan belanja transfer ke daerah dan dana desa (TKDD), P3K, kebutuhan mendesak dan prioritas lainnnya,’ katanya.

Fauzi mengaku di hadapan dewan terhormat, bahwa Rancangan APBK tahun 2022 yang disampaikan pihaknya itu masih ada yang belum tertampung dari berbagai kebutuhan untuk masyarakat dan pemerintah, hal ini disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan keuangan daerah.

Fauzi juga berharap kepada dewan terhormat dan seluruh unsur penyelenggara pemerintah daerah, untuk mengambil langkah-langkah guna mempercepat proses penetapan APBK 2022 sesuai jadwal yang telah ditetapkan, agar pelaksanaan anggaran yang telah diprogramkan segera dilaksanakan pada awal tahun 2022.

“Kami sangat berharap terjalin kerjasama yang baik antara eksekutif dan legislatif sehingga program pembangunan ke depan dapat berjalan dan dinikmati oleh masyarakat. Meskipun dalam kondisi keterbatasan anggaran,” demikian Wakil Bupati Aceh Utara itu. (b07)

  • Bagikan
Search and Recover