Waspada
Waspada » Remaja Penderita Jantung Bengkak Dan Liver Butuh Bantuan
Aceh

Remaja Penderita Jantung Bengkak Dan Liver Butuh Bantuan

Alfi Syahri,14, penderita bengkak jantung dan liver dari Dusun Tengku Syarif, Gampong Asan LB, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara terbaring kaku di tempat tidurnya. Waspada/Ist

TULANG tangan dan kakinya terlihat menonjol yang terbungkus dengan kulit. Sementara perutnya membesar hingga menampakkan urat dengan pusar yang timbul.

Kondisi tersebut telah menyebabkan remaja berusia 14 tahun itu terbaring di atas kasur kapuk, selama dua tahun dalam gubuk sederhana di Gampong Asan LB Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.

Pelajar kelas dua SMP Negeri 3 Lhoksukon itu telah dua tahun menderita bengkak jantung dan liver.

Awalnya, Alfi Syahri mengeluh rasa sakit di bagian dada. Kondisi Alfi semakin parah setelah dikhitan.

“Alfi tidak boleh lelah. Kalau kelelahan Alfi langsung sakit,” kata Wardi pamannya kepada Waspada, Jum’at (4/12) pagi.

Khawatir dengan kondisi Alfi Syahri yang semakin memburuk, Wardi berupaya membawa remaja 14 tahun itu ke RS Zainal Abidin Banda Aceh.

Wardi berupaya keras untuk menyembuhkan keponakannya karena Jafaruddin,45, ayah kandung Alfi merupakan warga miskin penyandang disabilitas (cacat kaki sejak lahir).

Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, Jafaruddin berharap belas kasihan (maaf…mencari sedekah) dari orang-orang yang Allah berikan keberuntungan dari sisi ekonomi.

Jumlah pendapatan dari mencari sedekah tidak tentu, kadang untuk memenuhi kebutuhan hidup saja sulit.

Sekarang ini Jafaruddin merawat Alfi bersama ibunya, karena beberapa tahun lalu dia telah berpisah dari isterinya, Darmawati,38, ibu kandung Alfi Syahri.

“Karena itu saya harus berjuang untuk membantu Alfi supaya sembuh dari sakitnya. Tiga kali saya bolak balik Lhoksukon-Banda Aceh untuk mengobati Alfi ke RS Zainal Abidin, namun belum Allah berikan kesembuhan,” kata Wardi.

Tidak berputus ada dan pantang menyerah, Wardi kembali berusaha membawa Alfi untuk berobat ke berbagai RS lainnya.

Namun tetap saja belum ada perkembangan. Dari sisi ekonomi, Wardi juga memiliki keterbatasan sehingga menghentikan langkahnya untuk membawa Alfi Syahri berobat ke rumah sakit yang lebih baik lagi di luar Aceh.

“Kondisi Alfi, keponakan saya itu semakin mengkhawatiran. Semoga saja Allah Swt memudahkan dan memberikan jalan keluar dari penyakit yang diderita keponakan saya itu. Bagi orang-orang yang Allah berikan kelebihan rezeki, jika berkenan bantulah kami. Kami yang memiliki kekurangan dan keterbatasan,” ucap Wardi lirih.

Karena tidak memiliki ekonomi yang cukup, Wardi bersikap pasrah. Sekarang ini Alfi Syahri bersama abang kandungnya dan ayahnya tinggal di rumah neneknya di Dusun Tengku Syarif, Gampong Asan LB, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara.

“Karena tidak cukup uang langkah kami terhenti. Kamki terus berdoa kepada Allah agar diberikan kemudahan dan Allah datangkan orang-orang yang peduli dengan Alfi,”ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Sekarang giliran Jafaruddin ayah kandung Alfi, penyandang disabilitas berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan biaya kesehatan anaknya dengan berharap belas kasihan orang-orang dengan menggunakan becak dayung (menggunakan tangan) dari satu tempat ke tempat yang lain di sekitar Kecamatan Lhoksukon.

“Kalau saja punya uang, tidak akan saya biarkan buah hati saya terbaring kaku di tempat tidurnya. Saya akan membawa Alfi ke RS mana saja termasuk ke Jakarta,” kata Jafaruddin sambil tertunduk dan berwajah sedih.

Usai Waspada wawancara dengan Wardi dan Jafaruddin, terdengar suara dengan sangat lirih.

“Ya Allah…Alfi sakit ayah…” suara itu keluar dari mulut Alfi Syahri penderita bengkak jantung dan liver itu.

Sebagai gambaran, amatan Waspada, jarak gampong tempat tinggal Alfi Syahri dari Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara hanya terpaut dua atau tiga kilometer saja.(Maimun Asnawi)

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2