Waspada
Waspada » Rehab Tak Tuntas, Muspika Leuser Berkantor Di Rumah Warga
Aceh Headlines

Rehab Tak Tuntas, Muspika Leuser Berkantor Di Rumah Warga

Camat Leuser Agara, Mustafa Kamal. Rehab Tak Tuntas, Muspika Leuser Berkantor Di Rumah Warga. Waspada/Seh Muhammad Amin
Camat Leuser Agara, Mustafa Kamal. Rehab Tak Tuntas, Muspika Leuser Berkantor Di Rumah Warga. Waspada/Seh Muhammad Amin

KUTACANE (Waspada): Pengerjaaan Rehab Kantor Camat Kecamatan Leuser, Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) tak selesai dikerjakan rekanan. Akibatnya, Camat Leuser beserta sekcam dan seluruh staf (Muspika), terpaksa ngantor dan menjalankan roda pemerintahan di rumah warga Kute (desa) Bintang Alga Musara.

Sejumlah warga Kecamatan Leuser yang ditemui Waspada.id mengaku gerah dan penasaran akibat belum berfungsinya kantor camat yang masuk dalam proyek rehab 2020 lalu tersebut. Apalagi camat terpaksa mandah dan berpindah-pindah dari satu kute ke kute lainnya.

Akibatnya, warga yang ingin mengurus keperluan ke kantor camat semakin jauh dan biaya perjalananpun semakin mahal. Bahkan warga kesulitan mengurus masalah administrasi kependudukan dan keperluan lainnya.

Sebelumnya, ujar Safri, warga Kecamatan Leuser, kendati terbilang jauh, namun letak kantor Camat Leuser yang berada di Kute Kane Mende, mudah dijangkau karena posisinya nyaris berada di tengah-tengah wilayah Kecamatan Leuser.

Namun, sejak camat dan seluruh staf ngantor di salah seorang rumah warga di  Kute Bintang Alga Musara  (Kampung Gayo), warga semakin merasa kesulitan jika ingin mengurus keperluan kependudukan maupun yang berhubungan dengan administrasi desa (kute).

Kemudian, selain cuaca yang selama ini sedang memasuki musim penghujan, medan jalan di wilayah yang sebagian besar merupakan kawasan perbukitan dan pegunungan itu, kerap dilanda bencana longsor dan amblasnya badan jalan.

Jika dari Kute Kompas , Bukit Meriah,Tanjung Sari dan Bukit Bintang Indah, mungkin lumayan mudah berurusan ke kantor camat sementara di Bintang Alga Musara, namun bagi warga yang jarak kutenya sangat jauh dari rumah warga yang dijadikan kantor camat sementara, seperti dari Kute Suka Damai, Bunbun Indah dan Sade Ate dan Naga Timbul, jelas sangat menyulitkan warga.

Bahkan jika dari kute Ukhat Peseluk,Kute Hakhapen dan Tunas Mude yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Dairi tersebut, warga yang berurusan ke kantor camat, tak jarang harus bermalam di tengah jalan, menyusuri buruknya kondisi jalan akibat banjir, tanah longsor dan badan jalan amblas ke dasar sungai.

Karena itu,warga Leuser berharap agar Pemkab Aceh Tenggara dan pihak terkait bersikap tegas menyikapi keluhan warga serta mendesak rekanan maupun PPTK, segera menyelesaikan rehab kantor camat yang terletak di Kute Kane Mende tersebut.

Sementara Fajri Gegoh dan Paisal Kadrun Dube, dua aktivis yang dimintai Waspada.id tanggapannya mengaku prihatin melihat tersendat dan tak kunjung selesainya rehab Kantor Camat Leuser tersebut.

Camat Leuser, Kabupaten Aceh Tenggara, Mustafa Kamal saat dikonfirmasi Waspada.id Rabu (27/1) membenarkan hal tersebut.

Dijelaskan, mereka telah berkantor di rumah warga di Kecamatan Leuser, sejak dimulainya rehab kantor Camat di Kute Kane Mende, enam bulan lalu. ”Rumah warga dan Warkop sering kami gunakan untuk tempat melayani warga Leuser, kenapa kantor itu belum selesai dan belum bisa digunakan, saya juga tak tahu penyebabnya,” keluh Camat Mustafa Kamal.

Sedangkan, Kabag Pembangunan Setdakab Aceh Tenggara, Fadli mengatakan, belum bisa difungsikannya kantor Camat Leuser, karena masih belum selesai proyek rehab tahun 2020 lalu.

“Awalnya dana rehab kantor camat Leuser, dialokasikan Rp800 juta, namun karena terjadi pemotongan dana kegiatan untuk Covid-19, dana yang disetujui pemerintah akhirnya turun menjadi Rp400 juta.

“Kemudian, Pemerintah kembali mengalokasikan anggaran senilai Rp200 juta lagi,” ujarnya seraya mengatakan tak tahu siapa rekanan dan nama perusahaan yang mengerjakan proyek rehab kantor Camat Leuser tersebut saat ditanyai.(cseh)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2