Waspada
Waspada » RDP Proyek Rp12,8 Miliar, PUPR Simeulue Bersikukuh Kegiatan Ada
Aceh

RDP Proyek Rp12,8 Miliar, PUPR Simeulue Bersikukuh Kegiatan Ada

RDP soal dugaan proyek fiktif Rp12,8 Miliar di Gedung DPRK Simeulue, Rabu (19/2). Waspada/Ist

BANDA ACEH (Waspada): Rapat Dengar Pendapat (RDP) proyek Rp12,8 Miliar di gedung DPRK Simeulue, Rabu (19/2) berjalan alot.

Bahkan disebutkan sumber yang merekam jalannya sidang, sempat diskor menunggu PUPR Simeulue menyiapkan data.

Katanya Kabid Bina Marga PUPR Simeulue dalam RPD itu dengan tegas menyatakan paket Pengaspalan Jalan Simpang Batu arah Simpang Patriot Kecamatan Simeulue Barat yang disebutkan oleh Komisi C DPRK Simeulue fiktif “ada, sedang berjalan” sebutnya.

Namun diuraikannya bahwa lokasi pekerjaan dialihkan ke Miteum dan Amabaan alasan pemidahan lokasi sendiri semata mata pertimbangan azas manfaat karena di sana lebih banyak masyarakat atau penduduknya.

RDP dipimpin Irwan Suharmi, SE, MSi, serta Poni Harjo selaku Wakil Ketua, dihadiri 12 orang anggota DPRK setempat. Kemudian hadir juga pihak Inspektorat, Dinas PUPR, dan puluhan masyarakat.

Adapun proyek bernilai Rp12,8 Miliar dari dana DOKA tahun 2019 sejatinya sudah harus selesai dikerjakan pada paling telat akhir Desember 2019 namun seperti yang disampaikan oleh Kabid Bina Marga PUPR Simeulue sampai hari ini kegiatan itu masih sedang berjalan dan lokasinya berubah.

Hati-hati

Anggota Komisi C yang turun Kunker ke lapangan pada Kamis dua pekan lalu Syahrian saat dihubungi Waspada via telpon memang terdengar bicara sedikit hati-hati. Bahkan Ia mengarahkan langsung menghubungi Ketua Komisi C karena laporan sedang disusun agar penyampaian sama.

Dia mengakui dari RDP tadi PUPR mengakui dokumen RFK (Realisasi Fisik Kegiatan) sesuai dengan objek lokasi yang mereka lihat.

Namun kata Syahrian Dinas PUPR berdalih ada salah ketik. Sementara bahwa untuk paket itu PUPR Simeulue mengakui baru membayarkan 54 persen.

Katanya mereka juga meminta dokumen pembayaran berupa SP2D atau SPM namun belum diberikan.

Kemudian katanya dikontrak yang diserahkan oleh PUPR tadi dengan di lokasi yang katanya saat ini sedang dikerjakan berbeda.

“Kalau saya tetap seperti awal,” ungkapnya lagi.

Andi Millian usai sidang ketika dihubungi mengarahkan untuk menghubungi Ketua Komisi C Ihya Ulumuddin, namun Ihya belum memberi konfirmasi. (crm)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2