Waspada
Waspada » Ratusan Rumah Penduduk Abdya Terancam Amblas
Aceh

Ratusan Rumah Penduduk Abdya Terancam Amblas

Waspada/SyafrizalErosi sungai Krueng Tangan-Tangan Abdya, kian mengganas dan mengancam pemukiman padat penduduk Jumat (2/10).

BLANGPIDIE (Waspada): Ratusan rumah warga dalam sejumlah desa di wilayah Kecamatan Tangan-Tangan, Aceh Barat Daya (Abdya), terancam amblas ke dalam Krueng Tangan-Tangan.

Pasalnya, erosi sungai Krueng Tangan-Tangan saat ini, kian mengganas dan hampir mendekati pemukiman padat penduduk.

Amatan Waspada di lokasi Jum’at (2/10), sedikitnya kurang lebih 300 meter tebing Krueng Tangan-Tangan, yang masih berstruktur tanah liat, longsor dan dibawa arus.

Retakan tanah dan longsor terus merambat sepanjang tebing dan hamper mendekati pemukhiman padat penduduk, di kawasan Desa Mesjid, Kecamatan Tangan-Tangan.

Bahkan, di beberapa titik, jarak antara tebing longsor dengan bangunan rumah penduduk, hanya berkisar kurang lebih 2 (dua) meter.

“Bapak lihat sendiri, tebing sungai yang longsor sudah sangat dekat dengan rumah kami. Kami tidak tahu bagaimana jadinya nanti, jika rumah kami amblas ke dalam sungai,” keluh Mursyidin, salah seorang warga setempat.

Keretakan tanah dan longsor juga terjadi di titik lain sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Tangan-Tangan, melanda desa-desa di bagian hilir, seperti Desa Padang Kawa dan lainnya.

Sementara di bagian agak ke hulu seperti Desa Geulumpang, tebing sungai di daerah itu, sudah agak aman, karena sudah ada bangunan tanggul pengaman tebing dari batu gajah.

Akan tetapi, akibat lain yang ditimbulkan dari bangunan tanggul batu gajah itu, yakni hantaman balik arus dari batu gajah kearah tebing sungai yang tidak bertanggul sangat ganas.

Bahkan, hamper menciptakan sejumlah anak sungai buatan alam di lokasi tebing longsor.

Warga berharap, pemerintah segera turun tangan mengatasi dampak bencana yang akan terjadi. Dimana, tebing yang hanya berjarak lebih kurang dua meter lagi dengan bangunan rumah warga, akan terus longsor seiring kuatnya arus air pada saat terjadinya banjir luapan sungai.

“Desa kami sering dilanda banjir luapan sungai. Tidak sedikit rumah warga yang terendam karena luapan sungai,” ungkap Adi Lizami, warga lainnya.

Mantan Sekretaris Desa Mesjid ini mengatakan, duou saat dirinya masih aktif di jabatannya, sudah pernah mengusulkan agar tebing yang mulai longsor itu, dapat segera dibangun tanggul beton atau batu gajah.

“Pada masa itu sudah kita laporkan bahkan dalam Musrenbang juga berulang-ulang kita perjuangkan, namun belum ada jawaban sampai sekarang ini. Kita berharap bisa segera tertangani, jika tidak ingin rumah warga amblas ke dasar sungai,” harapnya.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Abdya, Sabri ST mengatakan, untuk pembangunan tanggul batu gajah, dibutuhkan ruang yang cukup luas.

Jika kondisi tebing sangat dekat dengan rumah warga, maka bisa diusulkan pembangunan tanggul beton saja.

“Tapi nanti kami akan cek dulu kelapangan, setelah itu baru akan kita coba mempelajarinya lebih lanjut. Jika memungkinkan secepatnya diusulkan kalau itu memang sangat mendesak,” ujarnya singkat.(b21)

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2