Waspada
Waspada » Ratusan Karyawan RSUD Tgk Chik Ditiro Belum Terima Jasmed
Aceh Headlines

Ratusan Karyawan RSUD Tgk Chik Ditiro Belum Terima Jasmed

Direktur RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, Kabupaten Pidie dr Muhammad Yassir, SpAn, saat memberikan penjelasan mengenai ratusan karyawan RSUD Tgk Chik Ditiro belum terima Jasmed. Waspada/Muhammad Riza
Direktur RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, Kabupaten Pidie dr Muhammad Yassir, SpAn, saat memberikan penjelasan mengenai ratusan karyawan RSUD Tgk Chik Ditiro belum terima Jasmed. Waspada/Muhammad Riza

SIGLI (Waspada): Diduga akibat dari penerapan sistem Logbook, ratusan karyawan RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, Kabupaten Pidie mengaku belum terima pembagian uang jasa medis (Jasmed).

Sebagian dari mereka mengaku telah menerima, bahkan banyak yang mengaku menerima dobel pembayaran uang Jasmed untuk medio Januari 2020. Demikian informasi yang diperoleh Waspada, dari sejumlah sumber yang layak dipercaya di lingkungan RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli.

Direktur RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, Kabupaten Pidie dr Muhammad Yassir, SpAn, ditemui Waspada, Senin (20/7), mejelaskan, Jasmed terhadap semua karyawan RSUD Tgk Chik Ditiro telah dibagikan dan dikirim melalui bank.

Masalahnya terjadi pada karyawan pemegang nomor rekening BRI.

Uang senilai Rp200 juta yang ditransfer ke masing-masing nomor rekening karyawan pemegang nomor rekening BRI, sebagian ada yang masuk, sebagiannya uang yang ditransfer masuk ganda dan bahkan sampai empat kali masuk.

Namun sebagiannya lagi uang yang ditransfer itu tidak ada yang masuk sama sekali.

Berdasarkan keterangan pihak BRI, jelas dr Muhammad Yassir, persolan itu terjadi pada sistem server computer BRI melewati kapasitas. Maka pada saat ditransfer, uang ada Rp 200 juta, saat dilakukan transfer, trafik server computernya bermasalah.

“Begitu ditransfer, yang di depan masuk, sementara yang dibelakang sudah tidak mau masuk lagi. Lalu ditarik lagi kemudian dikirim dan masuk lagi sehingga ada yang ada uang yang ganda masuk.” katanya.

Menyusul ada karyawan yang menerima uang ganda masuk ke dalam rekeningnya, sebagian diantara karyawan tersebut sudah melakukan pengembalian uang, sedangkan sebagian karyawan lainnya tidak mengembalikan dengan alasan uangnya sudah habis digunakan.

“Komunikasi dengan BRI, itu adalah kesalahan mereka. BRI akan menanggulanginya dan ini butuh waktu. Mereka juga akan memanggil nasabahnya untuk mengembalikan uang yang sudah menerima transfer uang ganda. Kalau tidak dikembalikan, itu akan berhubungan dengan aparat penegak hukum. Sedangkan yang belum terima, itu ditanggulangi BRI,” sebutnya. (b06)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2