Pupuk Bersubsidi Langka Di Bener Meriah, Petani Menjerit

- Aceh
  • Bagikan

REDELONG (Waspada) : Menjelang masa tanam di musim hujan akhir tahun ini, petani di Kabupaten Bener Meriah mengeluhkan naiknya biaya produksi akibat kelangkaan stok pupuk bersubsidi.

Salah seorang aktivis muda Kabupaten Bener Meriah Muhammaddinsyah kepada Waspada, Selasa (7/12) menyampaikan kelangkaan pupuk bersubsidi itu sudah terjadi semenjak tiga bulan terakhir.

“Akibat kelangkaan pupuk bersubsidi ini, para petani sangat menjerit, seolah-olah mereka dipaksa membeli pupuk non subsidi dengan harga yang sangat meroket, harganya tidak masuk di akal,” katanya.

Untuk saat ini saja, kata dia, harga pupuk non subsidi jenis Perfect dan Blue Special mencapai Rp750 ribu / Sak, Entek Rp675 ribu/sak sedangkan untuk SS, NPK dan TSP mencapai Rp600 ribu/sak.

“Bayangkan saja dengan harga itu, belum lagi harga holtikultura dan palawija yang saat ini terus merangkak turun. Kasihan sekali para petani Bener Meriah,” ujarnya

Ia menambahkan, kelangkaan pupuk subsidi itu sebenarnya diduga disebabkan sistem perencanaan dan pengawasan Pemkab Bener Meriah hingga ke petani tidak optimal.

“Temuan di lapangan, pupuk-pupuk bersubsidi bisa dijual non subsidi. Ada juga pihak pengecer yang di duga melakukan penimbunan. hal ini disebabkan oleh lemahnya pengawasan dinas pertanian terhadap realisasi pupuk bersubsidi,” kata dia.

Berdasarkan SK Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh Nomor 820/01/VI-1 tanggal 04 Januari 2021 Provinsi Aceh mendapat alokasi pupuk urea bersubsidi seberat 76.006 ton.

“Untuk jenis pupuk urea saja, Bener Meriah mendapat alokasi 3.500 Ton. Namun dilapangan, sangat sulit mencari pupuk bersubsidi. Ini kan Aneh,” ungkapnya

“Setau saya, Pemerintah berkewajiban memastikan penyaluran pupuk bersubsidi tepat sasaran dan merata. Hal ini di atur oleh perundang-undangan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Bener Meriah Nurisman melalui Kasi Pupuk dan Pestisida Uswatun Hasanah saat dikonfirmasi Waspada membantah jika pupuk bersubsidi itu langka di Kabupaten tersebut.

“Pupuk bersubsidi saat ini masih melimpah, namun tidak semua petani bisa mendapatkannya, karena ada syarat untuk mendapatkannya melalui kios yang telah ditunjuk,” ujarnya.

Dikatakan, salah satu syarat itu yakni petani tidak mampu, memiliki lahan maksimal 2 hektar dan harus p harus masuk dalam kelompok tani yang sudah terdaftar.

Syarat lainnya, kata dia, kelompok tani tersebut harus membuat Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok ( RDKK ).

“RDKK itu tidak asal-asalan dibuat, sistemnya sudah secara online di seluruh Indonesia, sehingga kita bisa melihat data kebutuhan pupuk bersubsidi,” jelas Uswatun.

Dijelaskan, RDKK tersebut dapat dibuat jika sudah masuk dalam kelompok tani dan sudah terdaftar dikementerian. “Jadi, untuk kelompok tani yang terdaftar diwajibkan membuat RDKK dalam memperoleh pupuk bersubsidi,” katanya.

Untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, lanjut Uswatun, kelompok penerima tida dapat membeli pupuk tersebut disembarang tempat.

“Artinya kelompok itu harus membeli sesuai zona masing-masing di kios yang telah ditunjuk. Untuk saat ini, terdapat 27 kios penjual pupuk bersubsidi yang tersebar di 10 Kecamatan di Kabupaten Bener Meriah,” sebutnya.

Sementara itu, ia menjelaskan, untuk kuota pupuk bersubsidi di Kabupaten Bener Meriah pada tahun 2020 sebanyak 1775 ton yang terdiri dari UREA 250 ton, SP-36 2330 ton, ZA 1820 ton, NPK 3300 ton, dan Organik 225 ton.

Sedangkan untuk harga enceran tertingg pupuk bersubsidi seperti urea Rp1800 / Kg, SP-36 Rp2000/Kg, ZA Rp1400/Kg, NPK Rp2300/Kg, dan organik Rp500/Kg.

“Jadi agar pupuk bersubsidi ini tepat sasaran, maka pihak yang mengawasi adalah Komi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KPPP), kalau untuk tingkat Kabupaten, ketuanya adalah Sekretaris daerah (Sekda),” katanya.

“Jadi, untuk memastikan pupuk bersubsidi tersedia dan tepat sasaran, tim KPPP selalu melakukan pengecekan,” tutup Uswatun. (Cet)

Aktivis Muda Bener Meriah, Muhammaddinsyah sedang mengecek kondisi tanaman palawija di Kabupaten setempat. Waspada/Eri Tanara

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *