Waspada
Waspada » PT Peugot Konstruksi Diminta Buka Segel dan Turunkan Spanduk Di RS PMI Aceh Utara
Aceh

PT Peugot Konstruksi Diminta Buka Segel dan Turunkan Spanduk Di RS PMI Aceh Utara

 

ACEH UTARA (Waspada): Juru Bicara Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Utara, T Hasansyah, SH, Kamis (4/2) melalui siaran pers kepada Waspada menyebutkan, pihaknya meminta PT Peugot Konstruksi untuk segera membuka segel dan menurunkan spanduk yang sudah dipasang di RS PMI Aceh Utara.

Pembukaan segel dan penurunan spanduk sudah harus dilakukan dalam tempo 1×24 jam. Jika PT Peugot Konstruksi tidak mengindahkan seruan ini, maka persoalan ini akan dibawa ke ranah hukum. “Mereka tidak memiliki itikat baik dan bahakn cenderung telah melampaui kewenangan,” sebut Hasansyah.

Hasansyah menyebutkan kalau pihaknya menyesalkan sikap PT Peugot Konstruksi yang main hakim sendiri dengan melakukan penyegelan dan pemasangan spanduk di RS PMI. Karena itu pihak rekanan diminta untuk segera membuka segel dan menurunkan spanduk yang mereka pasang. “Sekali lagi saya tegaskan, kalau tidak diindahkan kami laporkan kepada penegak hukum.”

 

Seharusnya, jika ada permasaahan hutang piutang, kata Hasansyah, pihak PT Peugot Konstruksi harus menempuh jalur hukum, bukan malah main hakim sendiri. Sehingga aksi yang dilakukan tersebut membuat nama baik institusi PMI dan RS PMI Aceh Utara tercemar. Pihak rekanan juga melanggar aturan dengan memasuki tanah milik orang lain tanpa izin.

 

“Pihak Abdullah sudah melakukan pencemaran nama baik institusi PMI, yakni melanggar pasal 311 KUHP dan pasal 551 KUHP. Serta memasuki tanah orang lain pasal 551 KUHP. Mereka tidak berhak menyegel fasilitas umum, yang berhak pengadilan dan setelah ada putusan hukum,” terang Hasansyah yang juga pengurus PMI Aceh Utara.

 

Sebenarnya, lanjut Hasansyah, menyangkut persoalan RS PMI memang sedang dibahas secara intensif oleh pengurus PMI Aceh Utara. Bahkan persoalan ini telah dikoordinasikan dengan PMI Aceh dan juga PMI Pusat.

 

“Kami telah melakukan pembahasan menyangkut kondisi RS PMI sejak beberapa bulan ini. Bahkan pada saat aksi penyegelan dilakukan, Kami sedang menggelar rapat pembahasan RS PMI Aceh Utara dengan PMI Aceh di Pendopo Bupati Aceh Utara. Termasuk menyangkut semua hutang piutang dan menelaah semua proses penunjukan kerja dari rekanan,” tutup Hasansyah.

 

Direktur PT Peugot Kontruksi, Abdullah yang akrab disapa Edo kepada Waspada menyebutkan, pihaknya telah membuka segel dan sudah menurunkan spanduk yang dipasang di RS PMI Aceh Utara. Pembukan segel dan penurunan spanduk dilakukan pihaknya setelah duduk bersama dengan Juru Bicara Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Utara, T Hasansyah, SH, Kamis (4/2) sore di Ocean Coffee Lhokseumawe.

 

“Setelah kita duduk bersama perwakilan dari RS PMI, maka kami mendapatkan satu keputusan bahwasanya kami menerima tawaran mereka untuk membayar hutang pada tahap pertama Rp.200 juta dalam bulan ini. Pelunasan sisa hutang akan dibahas setelah pihak RS PMI menyelesaikan persoalan internal,” demikian Abdullah. (b07)

Juru Bicara dan Kuasa Hukum PMI Aceh Utara, T Hasansyah. Waspada/Ist

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2