PT BA Diduga Serobot Lahan, Warga Blokade Akses Areal PSN Waduk Kereutoe - Waspada

PT BA Diduga Serobot Lahan, Warga Blokade Akses Areal PSN Waduk Kereutoe

  • Bagikan
Puluhan warga Desa Plu Palam melakukan aksi blokade dan menutup akses masuk di areal Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Waduk Keureuto Kab. Aceh Utara, Senin (2/8). Waspada/Ist
Puluhan warga Desa Plu Palam melakukan aksi blokade dan menutup akses masuk di areal Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Waduk Keureuto Kab. Aceh Utara, Senin (2/8). Waspada/Ist

 

ACEH UTARA (Waspada): Karena menganggap perusahaan PT. BA (Persero) telah melakukan penyerobotan terhadap lahan milik masyarakat secara sepihak, membuat puluhan warga Desa Plu Pakam melakukan aksi blokade di areal Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Waduk Keureuto Kab. Aceh Utara.

Dalam rekaman video yang beredar, menunjukkan sejumlah warga sedang melakukan aksi protes atas penyerobotan lahan secara sepihak oleh PT BA. Sehingga warga memblokade akses masuk ke areal PSN setempat yang membuat para pekerja dan alat berat tidak dapat masuk untuk beraktivitas.

Puluhan warga langsung menggulingkan batu granit ukuran besar dan diletakkan di tengah jalan dengan posisi melintang, hingga membuat jalur masuk ke aareal PSN tidak bisa dilewati.

Selanjutnya warga pun berdiri di atas batu besar itu sambil meneriakkan yel-yel dan kata protes terhadap PT. BA yang dianggap sembrono menyerobot lahan milik warga Desa Plue Pakam Kec. Tanah Luas.

Akibat aksi penghadangan warga itu, menyebabkan aktivitas pengerjaan proyek Waduk Kereutoe terhenti, dan alat berat tidak dapat memasuki areal PSN setempat.

Salah seorang pemilik lahan Desa Plu Pakam Junaidi membenarkan, bersama sejumlah warga lain telah melakukan aksi protes karena lahan mereka diserobot secara sepihak tanpa ada koordinasi sama sekali.

Junaidi menjelaskan seharusnya pemerintah atau perusahaan itu melakukan pembebasan lahan milik warga dulu, agar dapat melanjutkan pelaksanaan proyek Waduk Kreutoe.

Pasca aksi itu, pihak perusahaan langsung mencoba melakukan mediasi dan pertemuan dengan sebanyak 24 warga yang mengaku sebagai pemilik lahan.

“Namun setelah ada aksi ini, pihak mereka (PT. BA) telah menghentikan pengerjaan, serta sebagian masyarakat sudah berada di ruang Perusahaan untuk melakukan negosiasi,” ungkap Junaidi.

Sementara itu, Teguh S, selaku Humas PT. BA (Persero) gagal dikonfirmasi dan tidak menerima hubungan telepon seluler yang masuk. (b09)

 

  • Bagikan