Proyek Siluman Menjamur Di Abdya

Proyek Siluman Menjamur Di Abdya

  • Bagikan
Salah satu kegiatan proyek yang ditengarai sebagai proyek siluman, di SDN 12 Kuala Batee, Abdya. Kamis (26/8). Waspada/Syafrizal
Salah satu kegiatan proyek yang ditengarai sebagai proyek siluman, di SDN 12 Kuala Batee, Abdya. Kamis (26/8). Waspada/Syafrizal

BLANGPIDIE (Waspada): Sejumlah kegiatan proyek yang ditengarai sebagai kegiatan proyek siluman, dilaporkan menjamur dalam wilayah ‘Nanggroe Breuh Sigupai’ Aceh Barat Daya (Abdya).

Sebagaimana pantauan Waspada.id, Kamis (26/8), puluhan kegiatan proyek rehab Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), dalam lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Abdya, dikerjakan para rekanan pemenang tender, layaknya muncul secara tiba-tiba. Dimana, rata-rata rekanan pelaksana, enggan memasang papan nama proyek di lokasi kegiatan, yang menjelaskan nama kegiatan, perusahaan pelaksana, nomor kontrak, nilai kontrak, volume dan lainnya.

                                             

Seperti halnya di kawasan Kecamatan Kuala Batee, Abdya. Sejumlah kegiatan proyek rehab SDN di kawasan ini, antara lain SDN 2, SDN 12, SDN 3, SDN 7, serta sejumlah SDN lainnya, tidak ditemui papan nama proyek di lokasi kegiatan.

Bahkan, informasi lain menyebutkan, saat kegiatan itu dimulai, rekanan masuk ke wilayah pengerjaan, tanpa memberitahui pada pihak terkait, baik itu Kepala Desa (Kades), Camat, Kapolsek dan lainnya. Sehingga, para pemangku kepentingan di wilayah setempat, mengaku buta informasi terkait kegiatan di wilayah dimaksud.

“Tidak ada informasi yang bisa kami bagi dengan bapak wartawan. Karena saat kami tanya, kontraktornya menjawab, ini tidak ada urusan dengan Kades, urusan mereka dengan Disdikbud dan PPK saja,” ungkap salah seorang Kades, dalam wilayah Kecamatan Kuala Batee.

Kades lain dalam wilayah Kecamatan Kuala Batee mengkhawatirkan, jika sikap yang diperlihatkan para rekanan seperti itu, maka akan terjadi gejolak sosial di tengah masyarakat. Apalagi katanya, saat ini di Kuala Batee, banyak terdapat rekanan-rekanan yang kurang beruntung (tidak mendapat paket). Para rekanan itu, sering datang ke lokasi proyek yang bukan pekerjaannya, untuk menggali informasi, serta menyampaikan ke publik, tentang informasi miring dari kegiatan proyek. “Yang pasti, imbasnya nanti ke Kamtibmas,” sesalnya.

Hal yang sama juga diakui Kapolres Abdya AKBP Muhammad Nasution SIK, melalui Kapolsek Kuala Batee Ipda Mohd Nasir S.Pd. Kepada Waspada.id, di lokasi SDN 12 Kuala Batee, pihaknya mengaku agak kesal dengan sikap yang dipertontonkan para rekanan pemenang tender proyek rehab sekolah itu. Setidaknya kata Nasir, para rekanan bisa sekedar memberitahu secara lisan, bahwa ada kegiatan dalam wilayah di bawah pimpinannya. “Jika rekanannya beretika, tentu mengerti hal ini,” sebutnya.

Menurutnya, sebagai bagian dari penegak Keamanan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), pihaknya wajib tahu jika ada kegiatan di wilayahnya. Hal itu katanya, guna mengantisipasi, jika terjadinya gejolak sosial di tengah masyarakat, imbas dari pengerjaan kegiatan proyek dimaksud.

“Kita berharap, rekanan jangan hanya melihat keuntungan di depan mata saja, dengan mengabaikan etika dalam bergaul di tengah masyarakat. Kalau sudah menyangkut urusan Kamtibmas, itu mutlak urusan kami. Makanya, kami imbau para rekanan, hargailah orang lain sedikit saja,” tegasnya.

Nasir juga mengaku, terkait tidak dipasangnya papan nama proyek kegiatan di lokasi, pihaknya sudah menyampaikan kepada Kadisdikbud Abdya, agar segera menegur rekanan. Bahkan, jika rekanan bandel katanya, pihaknya meminta untuk dihentikan sementara kegiatan itu.

“Di samping ke dinas, kita juga sudah sampaikan ke pihak konsultan pengawas. Kami menilai, hal ini terjadi akibat lemahnya pengawasan, salah satunya konsultan pengawas yang tidak tegas,” demikian Kapolsek Nasir.(b21)

  • Bagikan