Proyek Rumah Dinas Kepala UPTD Samsat Abdya Asal Jadi
banner 325x300

Proyek Rumah Dinas Kepala UPTD Samsat Abdya Asal Jadi

  • Bagikan
Kondisi rumah dinas Kepala UPTD Samsat Abdya, yang diduga dikerjakan asal jadi dan tidak selesai, Rabu (15/9). Waspada/Syafrizal
Kondisi rumah dinas Kepala UPTD Samsat Abdya, yang diduga dikerjakan asal jadi dan tidak selesai, Rabu (15/9). Waspada/Syafrizal

BLANGPIDIE (Waspada): Pengerjaan proyek pembangunan rumah dinas Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD), Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat), Aceh Barat Daya (Abdya), diduga dikerjakan asal jadi dan tidak selesai. Padahal, penarikan termin sudah 100 persen.

Amatan Waspada.id, Rabu (15/9), pembangunan rumah dinas Kepala UPTD yang berada di dalam kompleks UPTD Samsat Abdya, kawasan Desa Padang Baru, Kecamatan Susoh itu, diduga menyisakan ragam masalah. Dimana, sejumlah kerusakan sudah mewarnai bangunan polos tanpa cat, yang baru dikerjakan tahun 2020 lalu itu.

Seperti halnya, di beberapa titik dinding bangunan dengan tipe 54 itu, sudah diwarnai retak-retak yang fatal. Retaknya bangunan juga terdapat dibagian selop atas bawah. Dinding, lantai, juga plafon sudah diwarnai lumut menghitam. Diduga, akibat atap bocor, yang menyebabkan air hujan merembes masuk.

Disamping tidak selesainya tahap pengecatan bangunan, lantai bangunan juga tidak dikerjakan, atau tidak dipasang keramik. Hanya lantai kasar dari adonan semen. Sekilas, bangunan tersebut layaknya bangunan gudang yang sudah lama ditinggalkan dan tidak terpakai lagi, yang terancam jadi museum tua. Padahal, bangunan itu baru dikerjakan tahun 2020 lalu, dengan menguras anggaran negara ratusan juta rupiah.

Kepala UPTD Samsat Abdya, Muzakir, dimintai keterangannya mengatakan, proyek pembangunan rumah dinas itu dikerjakan oleh rekanan dari Banda Aceh. Demikian juga sumber anggarannya melalui APBA tahun 2020 lalu. “Soal teknis, jumlah anggaran, juga penanggung jawab dan lain sebagainya, kami tidak mengerti. Silakan saudara konfirmasi ke provinsi,” katanya.

Muzakir juga mengatakan, meskipun bangunan rumah dinas dimaksud dikatakan tidak selesai dikerjakan, juga masih jauh dari kategori memadai, namun pihaknya bersama keluarga tetap menempati rumah itu, karena tidak ada fasilitas rumah lainnya, yang bisa ditempati. “Tetap kita tempati. Kita pada-padai sajalah,” sebutnya.

Dari informasi diterima Waspada.id, diketahui, proyek pembangunan rumah dinas itu dikerjakan oleh CV Kutaraja Engineering, nomor kontrak 602.1/578/PPTK/2020, nilai kontrak Rp261.710.000,-, tanggal kontrak 14 September 2020, sumber anggaran APBA tahun 2020 pada Badan Pengelolaan Keuangan Aceh, masa pelaksanaan 90 (sembilan puluh) hari kalender, dengan pengawas CV Arvisia.

Terkait masalah itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh, Azhari Hasan, belum berhasil dimintai keterangannya. Yang bersangkutan belum mengangkat telpon Waspada. Pesan singkat yang dikirim melalui WhatsApp, juga tidak mendapat balasan.(b21)

  • Bagikan