Waspada
Waspada » Proyek Pengaman Tebing Sungai Rp3,2 Miliar Di Pidie Tanpa Lelang
Aceh Headlines

Proyek Pengaman Tebing Sungai Rp3,2 Miliar Di Pidie Tanpa Lelang

Sejumlah pekerja sedang mengerjakan proyek pengaman tebing sungai di Gampong Gajah Aye'e, Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie, Kamis (4/3). Proyek Penguatan Tebing Sungai Rp3,2 Miliar Di Pidie Tanpa Lelang. Waspada/Muhammad Riza
Sejumlah pekerja sedang mengerjakan proyek pengaman tebing sungai di Gampong Gajah Aye'e, Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie, Kamis (4/3). Proyek Penguatan Tebing Sungai Rp3,2 Miliar Di Pidie Tanpa Lelang. Waspada/Muhammad Riza

SIGLI (Waspada): Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie menunjuk langsung dua rekanan untuk mengerjakan proyek penanganan pengaman tebing sungai di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Baro dan Krueng Lala, dengan alokasi anggaran sekira Rp3,2 Miliar bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT).

Informasi yang diperoleh Waspada.id, pekerjaan proyek perbaikan darurat penanganan pengaman tebing sungai pemukiman penduduk meliputi, Gampong Gaja Aye’e, dan Tumpok Laweung, Kecamatan Pidie serta Gampong Ara Bungkok, Kecamatan Mila, ini disebut-sebut tidak melalui proses lelang karena alasan penanganan darurat.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie, H Junidar, Kamis (4/3) membenarkan jika pihaknya saat ini sedang mengerjakan proyek penanganan pengamanan tebing sungai tersebut. Sebut dia, ada tiga titik lokasi yang sedang dilakukan pekerjaan penanganan pengaman tebing sungai pemukiman penduduk yang amblas akibat banjir luapan yang terjadi akhir tahun 2020 dan awal 2021.

Lokasi dimaksud meliputi Gampong Gajah Aye dan Teumpok Laweung, Kecamatan Pidie serta di DAS Krueng Lala, Gampong Ara Bungkok, Kecamatan Mila. “Dua gampong yaitu, Gajah Aye’e dan Gampong Tumpok Laweung itu berada di DAS Krueng Baro. Sedangkan di Gampong Ara Bungkok, Kecamatan Mila, itu di DAS Krueng Lala,” katanya.

Junidar menjelaskan jika anggaran senilai Rp3,2 miliar yang diusulkan pihaknya itu belum final. Begitupun kata dia, BPBD Pidie belum membuat kontrak dengan kedua perusahan rekanan lokal yang saat ini sedang mengerjakan proyek tersebut.

“Memang kalau proyek tanggap darurat itu rekanan kerja dulu, baru nanti kita hitung. Namun diperkirakan dana habis sekitar Rp3,2 miliar. Bisa saja nanti angka ini berkurang. Ini sistemnya swakelola, tidak ada tender,” tandasnya. (b06)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2