Proyek Jalan Tanjong Harapan-Kuala Pidie Dibangun Mirip “Pematang Sawah”

- Aceh
  • Bagikan

SIGLI (Waspada): Proyek pembangunan jalan Keramat Luar, menghubungkan lingkungan Tanjong Harapan- Gampong Kuala Pidie, Kecamatan Kota Sigli, Kabupaten Pidie dikerjakan sungguh sangat memprihatinkan.

Jalan sepanjang 800 meter yang semestinya menjadi estalase dalam lingkungan kawasan perkotaan, ini ditenggarai dibangun asal-asalan mirip “pematang di sawah”.

Muhammad Junaidi, 48, warga Kuala Pidie, Kecamatan Kota Sigli, Senin (29/11) kecewa dengan hasil pembangunan pengaspalan jalan tersebut. Menurut dia, sejatinya elekspasi jalan tersebut dapat diambil dari hasil proyek pengaspalan jalan Syahkuala, Gampong Kuala Pidie.

” Ini terlalu tinggi, jalannya terlihat sangat miring, sehingga kondisi jalan dilingkungan Gampong Kuala Pidie, ini sekarang tidak teratur lagi. Jalan sudah naik turun” kata Muhammad.

Lanjut dia, harusnya jalan lingkungan Gampong Kuala Pidie- Tanjong Harapan, Kota Sigli, ini sebelum ditimbun material atau base, jalan itu dilakukan pengupasan sedalam yang telah ditentukan. Selanjutnya baru ditimbun ulang dengan agregat pondasi lapisan bawah (LPB).

Buruknya hasil pembangunan jalan lingkungan tersebut, membuktikan bahwa pembangunan jalan ini dipaksakan pengerjaanya, karena harus dihabiskan volume pekerjaan.

“ Sehingga ketinggian jalan naik karena kecil lebar jalan. Ini volume material banyak sehingga jalan tinggi mirip pematang di sawah” kata Muhammad.

Harusnya, lanjut dia ketinggian jalan lingkungan Gampong Kuala Pidie- Tanjong Harapan, itu disesuaikan dengan jalan Syiah Kuala, Gampong Kuala Pidie.

“ Jalan mengejar nafsu menimbun material agar tidak rugi. Harusnya dibuat perubahan, jangan dipaksakan seperti itu yang mengakibatkan jeleknya tata lingkungan” cetus Muhammad.

Dalam hal ini, imbuh Muhammad, dirinya tidak menyalahkan rekanan, tetapi perencanaan dan pengawasan yang harus disalahkan” harusnya mereka bisa member masukan. Kalau rekanan memang mereka pengusaha mencari keuntungan, dan mereka harus menghabiskan volume makanya bentuk jalan tinggii mirip kuburan” tandasnya.

Asmansyah, warga lainnya menilai pihak rekanan perlu merapikan berem jalan yang menyebabkan paret tersumbat batu material. “ kan tidak ada salahnya kalau dilakukan penambahan agregrat untuk berem agar terlihat rapid an jalan juga akan lebih kokoh” katanya.

Di lokasi persimpangan, kata Asmansyah ketinggian jalan tidak sesuai Jalan Syahkuala, kondisi ini menyebabkan jalan lebih tinggi dengan rumah warga. Tingginya jalan dari rumah warga dan dengan jalan yang ada juga menyebabkan saat mobil melintas akan kandas.” Menurut saya rekananharus melakukan penelitian ulang jalan ini” pungkasnya.

Bedasarkan data yang didapat Waspada dari laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemerintah Provinsi Aceh, disebutkan bahwa pembangunan jalan Keramat Luar-Kota Sigli, Kabupaten Pidie dikerjakan oleh perusahan berinisial CV RM Kota Banda Aceh, penandatangan Kontrak pada 22 September 2021, dengan Pagu Anggaran Rp 1.365.000.000. (b06)

===================================

Teks Photo

Beginilah kondisi jalan Kerumat Luar, menghubungkan Gampong Kuala Pidie-Tanjong Harapan. Warga protes karena jalan tersebut dibangun lebih tinggi dari rumah warga sehingga terlihat mirip ” pematang di sawah “, Senin (2/11).Waspada/Muhammad Riza

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *