Proyek Irigasi Krueng Pase Belum Rampung, Sembilan Kec. Di Aceh Utara Gagal Panen

- Aceh
  • Bagikan

ACEH UTARA (Waspada): Akibat belum rampungnya proyek irigasi Krueng Pase di Kec. Meurah Mulia. Kab. Aceh Utara, telah menyebabkan ribuan petani di sembilan kecamatan sudah tiga tahun mengalami gagal panen.

Hal itu diungkapkan salah seorang petani di Kab. Aceh Utara Muslim terkait lambannya pelaksanaan proyek irigasi Krueng Pase kian menggilas nasib dan mengancam mata pencaharian ribuan petani di sembilan Kecamatan Kab. Aceh Utara, Jumat (13/5).

Muslim mengatakan ribuan petani di sembilan kecamatan Kab. Aceh Utara sudah hampir tiga tahun mengalami gagal panen menyusul pembangunan irigasi krueng pasee di kecamatan meurah mulia belum selesai di bangun. Proyek pembangunan yang menghabiskan biaya Rp44 miliar lebih itu kondisi pelaksanaan ya baru pada tahap mengeringkan sungai induk.

“Beginilah kondisi pembangunan irigasi di Krueng Pase Kecamatan Meurah Mulia Kab. Aceh Utara, pelaksana pekerjaan baru menyelesaikan penggalian parit untuk mengalihkan air sungai ke tempat lain. Sementara kondisi irigasi saat ini sudah jauh berada di atas permukaan air setinggi tiga meter, “ ujarnya.

Muslim menjelaskan sebelumnya para petani sebelumnya bergantung pada air yang bersumber dari Krueng Pasee yang mengairi ke sembilan kecamatan Kab. Aceh Utara. Bahkan juga mengairi sawah untuk kawasan Kec. Blang Mangat Kota Lhokseumawe.

Muslim berharap proyek itu segera rampung agar petani bisa kembali mencari nafkah dengan menggarap lahan sawahnya yang telah lama mengering.

Hal serupa juga diungkapkan mantan Ketua Badan Reintegrasi Aceh Utara Din Tino yang mendesak pemerintah agar segera mempercepat pembangunan irigasi Krueng Pasee.

Lantaran mengingat kondisi sawah tidak produktif mulai kering dan sudah tiga tahun gagal panen.
Din juga mengkritik rekanan pelaksana pembangunan irigasi krueng pasee baru dalam tahap penggalian mengalihkan sungai yang menimbulkan dampak buruk lingkungan. Karena rekanan memotong badan jalan yang menghubungkan antara kecamatan dengan pusat kota hingga menimbulkan terjadinya longsor.

Tidak hanya itu saja, Din juga menyebutkan akibat rekanan yang tidak profesional, juga sempat membuat jembatan darurat yang menjadi penghubung jalan antar kecamatan setempat juga telah ambruk diseret air sungai.

“ Akibat pelaksanaan proyek yang seperti itu, telah menimbulkan dampak buruk lingkungan dan mempersulit masyarakat yang berada di dikawasan setempat karena harus memutar jauh mengahabiskan waktu berjam jam,” paparnya.

Sementara itu Kabid Pengairan Dinas PUPR Kab. Aceh Utara Jafaruddin mengatakan proyek irigasi Krueng Pase memang sedang dalam pelaksanaan pembangunan dan terus dipacu proses pembangunannya.

“ Apa boleh buat, kenyataannya kondisi rusak karena banjir dan pembangunannya butuh proses yang memakan waktu tidak singkat. Mohon kita dapat bersabar dan berdoa agar pembangunannya cepat selesai,” pintanya. ( b09)

Warga memantau kondisi pembangunan proyek irigasi Krueng Pase di Kec. Meurah Mulia Kab. Aceh Utara, Jumat (13/5), belum rampung hingga membuat ribuan petani di sembilan kecamatan sudah tiga tahun gagal panen. Waspada/Zainuddin Abdullah

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *