Waspada
Waspada » Proyek Aspal Jalan Agara Rp9,8 M Diduga Asal Jadi 
Aceh Headlines

Proyek Aspal Jalan Agara Rp9,8 M Diduga Asal Jadi 

Proyek rehab pengaspalan ruas jalan Mbarung-Metedak diduga dikerjakan asal jadi diberi tanda untuk diperbaiki.Waspada/Seh Muhammad Amin
Proyek rehab pengaspalan ruas jalan Mbarung-Metedak diduga dikerjakan asal jadi diberi tanda untuk diperbaiki.Waspada/Seh Muhammad Amin

KUTACANE (Waspada): Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Aceh Tenggara, Bakri ST memerintahkan rekanan untuk membongkar dan memperbaiki proyek aspal ruas jalan Mbarung-Metedak, Kecamatan Babussalam dan Darul Hasanah senilai Rp9,8 miliar yang diduga dikerjakan asal jadi.

Bakri ST yang juga merupakan Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK) kepada Waspada.id, Sabtu (12/12) mengakui dirinya sudah turun langsung ke lapangan. “Melihat kondisi rehab pengaspalan jalan yang kurang bagus itu sudah kita tandai,” katanya.

“Kurang bagusnya pekerjaan aspal jalan tersebut sudah kita kasih tanda di beberapa titik untuk dibongkar dan sudah kita perintahkan rekanan untuk memperbaiki secepatnya karena kita tidak main-main dalam hal proyek yang masih tahap pengerjaan ini,” lanjut Bakri ST.

Selanjutnya kata Bakri ST, pekerjaan ini terus diawasi. “Insya Allah proyek rehab pengaspalan ini pekerjaannya selesai tepat waktu misalnya tidak tepat waktu diperpanjang sesuai prosedur,” ujar Bakri saat ditanyai lebih lanjut.

Diakuinya, proyek rehab pengaspalan ruas jalan Mbarung-Metedak sepanjang 8 kilometer ini ditangani PT KSB dengan nomor kontrak: 620/308/SPPK/DAK/-JL/PUPR AGR/VIII/2020 dan selaku pengawasnya ditangani konsultan dari perusahaan CV OAC.

Sesuai kontrak, pengerjaan rehabilitasi ruas jalan Mbarung-Menteldak tersebut dikerjakan mulai sejak 24 Agustus hingga 21 Desember 2020, ujar Bakri ST.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, proyek aspal badan Jalan Mbarung-Metedak, Kecamatan Darul Hasanah dan Babussalam, Aceh Tenggara senilai Rp9,8 miliar sumber biaya DAK tahun 2020 yang diduga dikerjakan rekanan asal jadi.

Pasalnya, aspal yang dikerjakan selain bergelombang dan kasar juga tipis, parahnya lagi badan jalan yang baru diaspal ini ditemukan di sejumlah titik mulai terkelupas.

Padahal, pengguna jalan warga di Kecamatan Babussalam dan Darul Hasanah sangat mengharapkan aspal jalan yang dibangun dengan kualitas yang bagus malah sebaliknya hasilnya sangat mengecewakan.

Di lain sisi, kerusakan proyek jembatan pantai dona  masih tahap pengerjaan tersebut, Kabid Jembatan dan Jalan mengatakan, kerusakan jembatan kembali dilakukan perbaikan. “Harapan kita selesainya tepat waktu. Bila tidak, akan diperpanjang waktunya sesuainaturan,” pungkasnya didampingi tim teknisnya Yusup. (cseh)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2