Proses Lelang Proyek Di Aceh Tamiang Menuai Kritikan

Proses Lelang Proyek Di Aceh Tamiang Menuai Kritikan

  • Bagikan
Syawaluddin Ketua BW PWI Aceh Tamiang. Proses Lelang Proyek Di Aceh Tamiang Menuai Kritikan. Waspada/Yusri
Syawaluddin Ketua BW PWI Aceh Tamiang. Proses Lelang Proyek Di Aceh Tamiang Menuai Kritikan. Waspada/Yusri

KUALASIMPANG (Waspada) : Proses pelaksanaan lelang (tender) sejumlah proyek barang dan jasa di Kabupaten Aceh Tamiang tahun 2021 yang tahapannya sedang berlangsung melalui Unit Lelang Pengadaan (ULP) pada Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setdakab Aceh Tamiang mulai menuai kritikan.

“Kita menilai proses tender sejumlah proyek pembangunan di Aceh Tamiang kurang sehat, hal ini berdasarkan informasi kita peroleh banyak rekanan lokal yang enggan mengikuti lelang dimaksud,” kata Syawaluddin, Ketua Balai Wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (BW-PWI) Kabupaten Aceh Tamiang kepada Waspada.id pada Selasa (16/2) di Karang Baru.

Menurut Syawaluddin, beberapa rekanan di Aceh Tamiang menyampaikan kepada dirinya mereka tidak mau ikut tender karena berdalih tidak punya kedekatan dengan pejabat pengadaan pada Bagian Pengadaan Barang dan Jasa. “Mereka pesimis menang sebelum ikut tender,” ujar Swaluddin.

Ditegaskannya, keresahan sejumlah kontraktor di Aceh Tamiang tersebut diduga karena adanya keberpihakan oknum kelompok kerja (Pokja) di ULP membuat proses tender proyek pembangunan Tahun Anggaran 2021 jadi kurang sehat. “Meski begitu ada juga rekanan yang sekedar ikut karena merasa perusahannya memenuhi persyaratan lengkap dengan dukungan, meskipun potensi untuk menang jauh dari harapan,” ujarnya.

Disebutkannya, pelaksanaan tender yang dinilai kurang sehat bukan hanya membuat rekanan pesimis, tetapi biaya yang dikeluarkan juga lumayan besar hingga mencapai Rp5 jutaan atau tergantung besar kecilnya anggaran proyek dimaksud. “Seharusnya setiap tender proyek dapat diikuti oleh seluruh perusahan secara fair, jangan sampai rekanan mengaku kalah sebelum ikut tender,” tegas Syawaluddin.

Lanjutnya, berdasarkan informasi saat ini sudah ada belasan proyek tender tayang di Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Aceh Tamiang. “Kini sudah ada 12 proyek di antaranya jalan dan jembatan sudah tayang hingga saat ini, Artinya diam-diam tender terus tayang,” terang Syawaluddin mengutip kata salah seorang rekanan.

Dalam kesempatan itu, Syawaluddin juga mengharapkan agar pelaksanaan proses lelang barang dan jasa milik pemerintah dilaksanakan sebaik mungkin serta jangan sampai menimbulkan kesan dugaan ada main kucing-kucingan, terlebih lagi untuk memenangkan salah satu perusahaan yang disinyalir miliki hubungan dekat dengan oknum panitia lelang maupun oknum lainnya di Bagian Barjas Setdakab Aceh Tamiang.

Sementara itu, Plt Kepala Bagian Pengadaan Barang Jasa Setdakab Aceh Tamiang Haroun terkait persoalan dimaksud belum dapat dikonfirmasi. Pasalnya, Kabag Barjas Setdakab Aceh Tamiang tidak berada di kantornya, begitu juga saat dihubungi melalui telepon juga tidak tersambung.(b15).

  • Bagikan