Waspada
Waspada » Program TMMD, Antara Kemakmuran Rakyat Dan Kinerja TNI
Aceh Features Headlines

Program TMMD, Antara Kemakmuran Rakyat Dan Kinerja TNI

Personel Satgas TMMD ke-109 jajaran Kodim 0110/Abdya, melakukan finishing pada kegiatan pembukaan jalan 2,5 kilometer, di titik program TMMD Desa Babah Lhueng, Kecamatan Blangpidie, Senin (19/10). Program TMMD, antara kemakmuran rakyat dan kinerja TNI. Waspada/Syafrizal
Personel Satgas TMMD ke-109 jajaran Kodim 0110/Abdya, melakukan finishing pada kegiatan pembukaan jalan 2,5 kilometer, di titik program TMMD Desa Babah Lhueng, Kecamatan Blangpidie, Senin (19/10). Program TMMD, antara kemakmuran rakyat dan kinerja TNI. Waspada/Syafrizal

MEMILIKI akses jalan yang memadai, genjotan perekonomian yang menjanjikan, kehidupan yang layak dan ragam kesuksesan lainnya adalah harapan semua masyarakat di seluruh dunia. Tak terkecuali masyarakat yang hidup di belahan ’Nanggroe Breuh Sigupai’ Aceh Barat Daya (Abdya), khususnya masyarakat kelas bawah yang rezekinya bisa dikatakan Senin-Kamis.

Salah satu contoh kecil adalah warga Desa Babah Lhueng, Kecamatan Blangpidie, Abdya. Puluhan Kepala Keluarga (KK), yang bermukim di kaki Pegunungan Killa, Blangpidie ini.

Kehidupan masyarakat di wilayah ini, kesehariannya dari berkebun dan berladang di kawasan lembah dan kaki Pegunungan Killa. Belasan tahun kehidupan berkebun dan berladang dilakoni masyarakat Babah Lhueng, dengan membuka kebun dan ladang di kaki Gunung Killa, Blangpidie.

Untuk mencapai kebun dan ladang mereka, warga harus menempuh perjalanan kaki beberapa jam perjalanan. Maklum, akses jalan menuju ke perkebunan warga dimaksud belum ada, hanya didukung jalan setapak yang hanya bisa dilalui pejalan kaki. Sementara kenderaan bermotor roda dua tidak bisa melintas, apalagi roda tiga dan roda empat.

Belasan tahun merasakan penderitaan dalam mengais rezeki itu, sangat kentara sekali dirasakan warga, bila musim panen tiba. Dalam mengangkut hasil panen, warga terpaksa menggunakan kekuatan tulang bahu untuk memikul dan membawa pulang hasil panen, berupa durian, pala, kakao, jengkol, juga jenis lainnya.

“Ya, mau gimana lagi pak, yang bisa kita lakukan hanya memikul. Itupun berapa yang sanggup kita pikul,” ungkap Arman, salah seorang pekebun warga setempat, Senin (19/10).

Menurut Syamsurijal, warga pekebun lainnya, hasil perkebunan mereka sebenarnya menjanjikan. Setiap kali panen, hasil yang didapat selalu melimpah. Sayangnya, hasil panen terkadang tidak habis dibawa pulang, dikarenakan akses jalan yang sangat sulit.

“Kita hanya bisa membawa pulang sebisanya untuk kita jual, uangnya untuk belanja sehari-hari. Seandainya ada jalan, semua hasil panen bisa kita bawa pulang, yang jelas hasilnya bisa mengubah nasib kami,” katanya.

Baik Arman, maupun Syamsurijal, serta warga lainnya, tidak menyalahkan Pemerintah yang belum bisa membuka jalan ke areal perkebunan mereka. Karena menurut Agussudin, warga pekebun lainnya, sedikit tidaknya masyarakat tahu kondisi pemerintah daerah, yang lebih mengutamakan pembangunan yang dinilai prioritas, dengan dukungan dana yang terbatas.

Meskipun demikian, pihaknya tetap berharap dan berdoa, suatu saat pemerintah bisa membuka akses jalan ke areal perkebunan dan ladang mereka, guna membantu genjotan ekonomi penduduk.

“Alhamdulillah, sepertinya doa kita didengar Yang Maha Kuasa, meskipun bukan pemerintah daerah yang membuka jalan, tapi TNI. Namun tujuannya tetap sama, membantu meringankan penderitaan rakyat, demi kemakmuran bersama,” sebutnya.

Yang dimaksud Agussudin dengan doa yang didengar Yang Maha Kuasa melalui tangan TNI adalah, masuknya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-109 tahun 2020 di wilayah Kodim 0110/Abdya, yang titik pelaksanaannya berada di Desa Babah Lhueng.

Program tersebut saat ini sedang dilaksanakan dan hampir rampung. “Terima kasih Ya Allah, terima kasih kepada TNI, terima kasih untuk semuanya,” kata Agussuddin, diamini sejumlah warga Desa Babah Lhueng lainnya.

Sebagaimana diketahui, program TMMD ke-109 jajaran Kodim 0110/Abdya, yang sedang dilaksanakan dan hanya menyisakan waktu 2 hari ke depan itu (21/10) mendatang.

Dalam kegiatan itu, berbagai sasaran fisik dikerjakan, seperti pembukaan akses jalan ke perkebunan warga sepanjang 2,5 kilometer, pembangunan jembatan, pemasangan bronjong pengaman jembatan dan pemasangan Armco. Selain itu juga dilaksanakan kegiatan non fisik lainnya.

Program TMMD Ke-109 tersebut, diharapkan dapat membawa angin segar bagi masyarakat setemat khususnya, maupun masyarakat pada umumnya.

Sebagaimana harapan yang disampaikan Dandim 0110/Abdya Letkol Inf Arip Subagiyo, selaku Dansatgas TMMD ke-109. Menurutnya, kesejahteraan bagi masyarakat desa terpencil atau terisolir, salah satu tujuan dari diselenggarakan program TMMD.

“Sebagai tulang punggung Negara, ini adalah kinerja dan kewajiban kita sebagai prajurit. Sesuai semboyan Bersama Rakyat TNI Kuat, Bersama TNI Rakyat Aman,” katanya.

Dandim Arip Subagiyo mengatakan, banyak manfaat yang diperoleh dari kegiatan program TMMD ini, seperti membangun akses transportasi. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif, yakni mempermudahkan masyarakat dalam menjalankan aktivitas harian, yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Pihaknya berharap, dengan telah dibangunnya segala infrastruktur pada kegiatan TMMD ini, masyarakat dapat merawat dan menjaga dengan baik, sehingga manfaatnya dapat dirasakan juga oleh anak cucu nantinya.

“Selain itu, dengan berakhirnya kegiatan TMMD ini, bukan berarti hubungan silaturahim dan kekeluargaan berakhir. Hubungan silaturahim akan selalu kita bina, sehingga wujud Kemanunggalan TNI dengan rakyat pun akan selalu terbina dan tertanam didalam hati kita semua,” pungkasnya. Waspada/Syafrizal

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2