President InWCCA Hadiri Pertemuan DMTS Se-Indonesia

- Aceh
  • Bagikan

LANGSA (Waspada): Presiden Indonesia Wound Care Clinician Association (InWCCA) menghadiri pertemuan peningkatan kapasitas dan integritas program krisis kesehatan dengan Disasster Medical Teams (DMTS) se Indonesia untuk memperkuat Health Security (keamanan kesehatan).

Presiden InWCCA Ns Edy Mulyadi M.Kep RN,WOC(ET)N kepada Waspada, Jumat (26/11) mengatakan, kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Pusat Krisis Kesehatan Kementrian Kesehatan RI yang akan berlangsung selama tiga hari yaitu, Kamis – Sabtu (25-27/11), di Hotel Avencel Cibubur Jakarta.

Lanjutnya, kegiatan ini dibuka oleh Wakil Menteri Kesehatan dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, PhD. Dalam sambutannya ia menyampaikan, pembentukan Tim DMTS untuk memudahkan koordinasi dalam penanggulangan krisis kesehatan baik akibat dampak bencana atau kegiatan luar biasa lainya.

Sementara, Kepala Pusat Krisis Kesehatan Dr.dr. Eka Jusup Singka. Msc menyampaikan kegiatan ini sangat baik untuk melakukan sinergisitas antara berbagai organisasi relawan kesehatan dalam penanggulangan bencana.

Kegiatan peningkatan kapasitas dan integritas program krisis kesehatan dengan DMTS turut dihadiri Emergency Medical Teams (EMTs) Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama.

Persekutuan Pelayanan Kristen untuk Kesehatan di Indonesia (PELKESI), Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (PERDHAKI), Bidang Kesehatan dan Sosial Kemanusiaan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Aksi Cepat Tanggap, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), Yayasan Ksatria Airlangga, Yayasan Dokter Peduli Indonesia.

Medecins Sans Frontieres (MSF) Indonesia, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), Yayasan Dompet Dhuafa, Ambulans 118, InWCCA dan Perhimpunan Tim Bantuan Medis (TBM) Mahasiswa Kedokteran Indonesia serta para penggiat kemanusiaan dari berbagai elemen masyarakat seperti dokter, nurse, lembaga keagamaan dan sosial lainnya.

Dikatakan Edy Mulyadi lagi, bencana alam seperti, gempa bumi, angin puting beliung, banjir dan lainnya mempengaruhi ribuan orang setiap tahun di Indonesia. Masyarakat yang mengalami bencana akan mengalami tekanan emosional, seperti kecemasan dan ketakutan, sulit tidur dan gejala psikologis lainnya.

Indonesian Wound Care Clinician Association (InWCCA) dimulai setelah bencana alam gempa bumi dahsyat di Pidie, Aceh Jaya tahun 2016 lalu dan terus mendukung orang-orang yang terluka selama semua bencana berikutnya seperti Lombok, Palu, Lampung dan Sulawesi Barat termasuk banjir yang terjadi di Jakarta.

Anggota tim InWCCA akan tinggal antara tiga Minggu dan tiga Bulan untuk membantu manajemen luka. Memberikan pertolongan pertama dengan segera dapat membantu menyembuhkan luka kecil, sehingga mencegah infeksi; pada orang dengan luka terbuka besar, dapat membantu mencegah infeksi dan komplikasi serius lainnya, seperti tetanus, serta menyelamatkan anggota badan dan nyawa.

“Bencana-bencana terkini memberi kami wawasan dan pengalaman yang berujung pada pengembangan protokol strategis penanganan bencana, berdasarkan data dan studi kasus yang berhasil kami kumpulkan. Tim kami telah menyiapkan rencana strategis dan sejumlah alat tentang cara merespons dalam keadaan darurat,” imbuh Edy Mulyadi. (b24)

Waspada/Munawar
Presiden InWCCA Ns Edy Mulyadi M.Kep RN,WOC(ET)N berfose bersama Wakil Menteri Kesehatan RI, Kepala Pusat Krisis Kesehatan dan Ketua Yayasan AGD 118, Jumat (26/11) di Hotel Avencel Cibubur Jakarta.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *