Waspada
Waspada » PPI Ujung Serangga Abdya Tetap Ramai
Aceh Headlines

PPI Ujung Serangga Abdya Tetap Ramai

Gambaran aktivitas nelayan dan masyarakat, di kompleks PPI Ujung Serangga Kecamatan Susoh, Abdya, Selasa (31/3). Waspada/Syafrizal
Gambaran aktivitas nelayan dan masyarakat, di kompleks PPI Ujung Serangga Kecamatan Susoh, Abdya, Selasa (31/3). Waspada/Syafrizal

BLANGPIDIE (Waspada): Di tengah merebaknya wabah virus corona yang sangat meresahkan, tidak menjadikan aktivitas nelayan di kompleks Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Ujung Serangga, Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya (Abdya), menjadi surut.

Buktinya, pantauan Waspada di lokasi Selasa (31/3), PPI terbesar di kota dagang “Nanggroe Breuh Sigupai” itu, tetap ramai dan dipadati para pembeli, yang datang dari berbagai pelosok daerah setempat, dengan satu niat, ingin mendapatkan ikan segar untuk dikonsusmsi.

Rata-rata, para pengunjung di PPI Ujung Serangga itu, kebanyakan ibu-ibu rumah tangga, juga kaum bapak-bapak. Hanya beberapa orang saja yang terlihat masih berusia remaja.

Pada wajah-wajah pemburu ikan segar itu, tidak terlihat sedikitpun rasa khawatir, meski Aceh sudah dinyatakan tanggap darurat covid-19.

Menurut Ny Wandira, ibu rumah tangga warga Kecamatan Blangpidie di lokasi, dirinya sengaja datang ke PPI hanya untuk mendapatkan ikan segar, untuk dikonsumsi bersama keluarganya. Dengan ikan dan makanan segar katanya, kondisi kesehatan tetap terjaga.

“Rasa khawatir itu memang ada, Cuma jangan menuhankan rasa takut itu. Kita tetap berusaha agar terhindar dari penyebaran virus dengan tetap menjaga jarak, serta menjaga kesehatan, dapat dipastikan virus itu tidak akan tertular,” sebutnya.

Zaini, salah seorang pedagang dan pemilik lapak ikan di PPI Ujuung Serangga mengatakan, sampai hari ini keadaan masih normal seperti biasa. Dimana, pembeli tetap ramai. Demikian juga aktivitas nelayan yang melakukan bongkar muat, tetap seperti biasa.

Tetap Mematuhi Himbauan Pemerintah

Diakuinya, pihaknya tetap mematuhi himbauan pemerintah, untuk membatasi aktivitas di luar rumah. Namun dengan kondisi seperti itu, pihaknya tidak bisa hanya berdiam diri di dalam rumah, sementara untuk menjalani kehidupan sehari-hari, tentu membutuhkan biaya yang cukup.

“Kalau kami tidak menjual ikan, bagaimana dengan anak istri di rumah. Mereka butuh makan dan butuh kebutuhan lainnya,” katanya.

Burhanuddin, salah seorang nelayan dimintai komentarnya di lokasi mengatakan, dirinya bersama dengan rekan-rekan nelayan lainnya, bisa berhari-hari di tengah lautan lepas, untuk menangkap ikan.

Selanjutnya, ikan hasil tangkapan di jual di PPI Ujung Serangga. Mencari nafkah di tengah lautan telah menjadi rutinitas dalam memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

Upaya pencegahan seperti yang disampaikan pemerintah katanya, tetap diikuti dengan menerapkan pola hidup sehat, serta menggunakan masker selama beraktivitas.

Begitu juga ketika mereka hendak kembali ke rumah, tetap memastikan kondisi badan selalu bersih.(cza)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2