Waspada
Waspada » Potensi Pengolahan Perikanan Aceh Alami Kemunduran
Aceh Ekonomi

Potensi Pengolahan Perikanan Aceh Alami Kemunduran

Amir Hasan Nazri Almoedjhied mantan Manager Unit PT Puteri Anemon Sakti. Waspada/Yusri
Amir Hasan Nazri Almoedjhied mantan Manager Unit PT Puteri Anemon Sakti. Waspada/Yusri

KUALASIMPANG (Waspada) : Potensi pengolahan sektor perikanan untuk Aceh secara umum dan khususnya wilayah timur Aceh meliputi Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa dan Aceh Timur mengalami kemunduran yang signifikan dari masa kejayaannya 10 – 15 tahun silam.

Bisa menilik kembali ke belakang, untuk wilayah timur Aceh terdapat dua perusahaan pengolahan perikanan khususnya pengolahan udang yang berada di Kota Langsa yakni PT Puteri Anemon Sakti dan PT Ujung Timur. Kini kedua perusahaan tersebut telah menutup operasionalnya sekitar tahun 2002.

“Tentunya dengan tidak adanya perusahaan pengolahan sektor perikanan khususnya udang, akhirnya potensi udang yang dihasilkan dari tambak-tambak petani di jual ke Medan, Sumatera Utara sehingga hargnya juga ditentukan oleh pengusaha Medan,” kata Amir Hasan Nazri Almoedjhied tokoh masyarakat Aceh Tamiang yang juga mantan Manager unit PT Puteri Anemon Sakti yang bergerak di bidang pengolahan udang dan beroperasi di Kota Langsa kepada Waspada Kamis (18/6) di Karang Baru.

Menurutnya, wilayah pesisir Aceh secara umum mulai dari Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireun dan Pidie memiliki potensi yang luar biasa dalam pelaksanaan budi daya perikanan khususnya udang.

“Tapi saat ini hasil panen petani tambak proses penjualan berjalan secara sistematik melalui agen-agen dengan harga yang terkadang tidak stabil,” ujar Amir Hasan.

Karena itu, Amir Hasan yang akrab disapa Ayah Chang menyampaikan, dalam upaya peningkatan perekonomian petani tambak udang baik unsur pemerintahan maupun swasta yang tertarik di sektor ini harus serius memberikan perhatian untuk membangkitkan kembali potensi pengolahan perikanan di Aceh.

Harus Ada Program

Amir Hasan menyebutkan, upaya menghidupkan kembali sektor budi daya dan pengolahan perikanan ini tentunya dapat dilakukan pemerintah, tentunya harus ada program jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

Artinya, jangka pendek harus mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM), jangka menengah adalah mempersiapkan berbagai sarana dan prasarana dengan sempurna guna mendukung terwujudnya pengolahan hasil perikanan secara maksimal serta jangka panjangnya harus bisa menjadi salah satu sektor dalam menopang ketahanan ekonomi kerakyatan khususnya di Provinsi Aceh.

“Mungkin kita sama-sama mengetahui, bila hadirnya kembali pabrik-pabrik pengolahan perikanan, baik di Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur maupun daerah lainnya sudah pasti akan menampung tenaga kerja, jadi potensi ini merupakan upaya mengurangi angka pengangguran yang setiap tahunnya bertambah,” tutur Amir Hasan sembari mengutarakan, semua langkah tersebut harus di barengi dengan teknologi yang baik sehingga mampu menghasilkan produksi yang baik pula.

Lanjutnya, pemerintah ataupun lembaga yang bergerak di bidang perikanan, bukan hanya memberikan bantuan modal, tetapi tidak kalah pentingnya juga adalah memberikan pendampingan, bimbingan sehingga bisa tercapainya peningkatan SDM para petani tambak.

“Karena yang dikelola adalah makhluk hidup, salah kelola bisa mati,” cetus Amir Hasan seraya menambahkan, orientasinya sekarang dan ke depan harus mampu mengekspor karena pangsa pasar lokal daya belinya kecil.(b15).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2