Waspada
Waspada » Polres Lhokseumawe Damaikan Cucu Curi Jengkol Kakek
Aceh

Polres Lhokseumawe Damaikan Cucu Curi Jengkol Kakek

Polres Lhokseumawe mendamaikan kasus pencurian buah jengkol, di Gampong Sidomulyo Kab. Aceh Utara, Senin (22/2), tampak pelaku ZM, 18 dan AK, 29 meminta maaf pada korban Ilyas merupakan kakek kandungnya. Waspada/Zainuddin Abdullah

 

LHOKSEUMAWE (Waspada): Menindaklanjuti program 100 hari kerja Kapolri, Polres Lhokseumawe berhasil mendamaikan seorang cucu sebagai tersangka pencuri jengkol milik kakek kandungnya sendiri melalui upaya mediasi yang digelar di Desa Sidomulyo Kec. Kuta Makmur Kab. Aceh Utara.

Upaya mediasi yang berlangsung Senin (22/2) itu berakhir dengan harmonis, damai dan korban Ilyas bin Abdullah, 60, memaafkan perbuatan dua tersangka yakni ZM, 18 dan AK, 29, yang merupakan cucunya sendiri.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto SIK MH melalui Kasat Reskrim, Iptu Yoga Panji Prasetya mengatakan, hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti instruksi Kapolres Lhoskeumawe ke jajaran agar dapat segera merespon program kerja Kapolri dengan menyusun program kerja, rencana aksi, dan terobosan kreatif yang Presisi alias “Prediktif, Respontabilitas, Transparasi Berkeadilan”.

Sehingga Sat Reskrim Polres Lhokseumawe langsung melakukan aksi responsif atas kasus pencurian buah jengkol itu dengan cara langsung turun ke Gampong Sidomulyo guna melakukan mediasi upaya hukum di desa setempat.

Karena dalam perkara pencurian itu melibatkan cucu dari pemilik kebun jengkol tersebut.

Dijelaskannya, upaya penyelesaian kasus ini dilakukan melalui Alternatif Dispute resolution (ADR) atau restorative justice yang memberikan solusi dialog dan penyelesaian diluar proses pengadilan bagi warga yang berada pada pihak pelaku maupun korban.

Dalam pertemuan sederhana itu, pihak korban merasa ikhlas dan memaafkan pelaku serta tidak menuntut ganti rugi.

Sedangkan pelaku meminta dan mohon maaf kepada korban dan berjanji tidak akan mengulangi kasus yang sama.

Kemudian menandatangani surat pernyataan yang berisi perjanjian yang harus dipatuhi bersama dan bila melanggar akan dipolisikan kembali.

“Harapan kami, ke depannya jika ada permasalahan seperti ini atau masalah lain yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat aparatur desa segera komunikasi dengan pihak Polsek terdekat dan Polsek segera menghubungi kami untuk kami tindak lanjuti dengan cepat,” pinta Kasat.

Sementara Geusyik Sidomulyo Abdullah dan perangkat desanya meng apresiasikan kinerja polisi yang telah mendamaikan kasus pencurian buah jengkol antara cucu dengan kakeknya sendiri.

Warga merasa lega bila masalah kecil dapat dihilangkan atau dituntaskan secara kekeluargaan dan tidak harus menempuh jalur hukum yang dapat mengurung pelaku ke dalam penjara.

“Alhamdulillah dengan adanya program ini permasalahan di desa yang kami hadapi cepat terselesaikan,” imbuhnya.(b09)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2