Polres Lhokseumawe Amankan Komplotan Pencurian 1 Ton Minyak Kapal

Polres Lhokseumawe Amankan Komplotan Pencurian 1 Ton Minyak Kapal Tanker

  • Bagikan
Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto bersama Kasat Reskrim Iptu Yoga Panji Prasetya menggelar konfrensi pers di Gedung Serba Guna, Kamis (4/3), terkait penangkapan 5 komplotan pencurian 1 ton minyak pertamax dari kapal tanker di Pelabuhan Pertamina Desa Hagu Kec. Banda Sakti. Waspada/Zainuddin Abdullah
Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto bersama Kasat Reskrim Iptu Yoga Panji Prasetya menggelar konfrensi pers di Gedung Serba Guna, Kamis (4/3), terkait penangkapan 5 komplotan pencurian 1 ton minyak pertamax dari kapal tanker di Pelabuhan Pertamina Desa Hagu Kec. Banda Sakti. Waspada/Zainuddin Abdullah

LHOKSEUMAWE (Waspada): Polres Lhokseumawe membenarkan pihaknya menangkap komplotan pencurian minyak jenis Pertamax 1 top dalam kapal yang bersandar di Pelabuhan Pertamina Desa Hagu Kec. Banda Sakti.

Hal itu diungkap Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto bersama Kasat Reskrim Iptu Yoga Panji Prasetya dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Serba Guna Mapolres Lhokseunawe, Kamis (4/3), terkait penangkapan komplotan pemerasan dan penggelapan minyak jenis pertamax dari kapal tanker.

Dikatakannya, dalam kegiatan itu, juga membenarkan satu tersangka HS meninggal karena kaget mendengar suara tembakan ke udara hingga menceburkan diri ke laut dan hilang seketika.

Namun jenazah akhirnya berhasil ditemukan setelah mengapung ke permukaan laut dan telah disemayamkan oleh pihak keluarga di Desa Hagu.

Kronologis kejadiannya, pada Rabu (3/3), sekira pukul 00.13 Wib dini hari, tim Satreskrim Polres Lhokseumawe yang telah mendapatkan informasi tentang aksi komplotan yang sering memeras minyak dari awak kapal tanker bernama MT Garuda Asia yang bersandar di Pelabuhan Pertamina Desa Hagu.

Ketika itu komplotan tersebut menggunakan satu unit boat membawa 29 drum kosong menuju ke kapal tanker. Lalu di antara pelaku yakni RG langsung berkomunikasi dengan awak kapal mengatakan bahwa mereka sudah mendapat ijin dari Chief Officer selaku petugas juru pompa kapal untuk mengambil minyak.

Mereka menipu dengan membawa nama atasan Chief Officer kapal seakan-akan sudah mendapatkan ijin, padahal justru sebaliknya pihak terkait tidak pernah memberi ijin. Sehingga Rg cs berhasil menguras minyak ke dalam 29 jerigen.

Setelah mengisi minyak ke dalam 29 jerigen yang jumlah totalnya mencapai 1 ton lalu diikat di belakang boat, berangkat lagi untuk merapat ke pantai.

Saat itu, polisi langsung memergoki para pelaku dan diminta untuk menyerah dan tidak melawan hingga melakukan tembakan peringatan ke udara.

Namun sayangnya, satu di antara pelaku justru mencoba kabur dengan cara menceburkan dirinya ke laut dan tak muncul lagi ke permukaan laut. Akhirnya Hs baru ditemukan setelah tubuhnya mengapung di laut dalam kondisi sudah meninggal.

“Jadi saat itu, satu tersangka diantaranya ketakutan mendengar suara tembakan peringatan hingga menceburkan diri ke laut. Pada sore harinya ditemukan sudah meninggal. Jadi dia meninggal bukan karena tembakan tapi karena mencebur diri ke laut. Teman-teman boleh cek langsung pada tersangka lainnya,” ujarnya.

Akhirnya lima tersangka lain berhasil diamankan bersama 1 ton minyak pertamax dalam 28 jerigen. Masing-masingnya Rg, 36, MD, 26, DI, 36, selaku otak pelaku yang melakukan eksekusi minyak, MS, 37 dan Fr, 40 menunggu di tepi pantai untuk lansir minyak.

Sedangkan dua lainnya yang menunggu di pinggir pantai berhasil melarikan diri setelah mendengar suara tembakan dan teman-temannya yang lain telah berhasil ditangkap.

Kemudian polisi mengajak pihak Pertamina mengecek kondisi kapal tanker pasca dicuri oleh komplotan Rg cs.

Atas perbuatannya itu, Rg cs ditetapkan pasal 32 jo pasal 378 KUHPidana dengan ancaman pidana penjara selama empat tahun.

Terkait pelaku yang berhasil kabur, akan menjadi DPO dan perihal dugaan tentang keterlibatan pihak lain, tentunya sedang didalami polisi untuk pengembangan kasus itu. (b09)

 

  • Bagikan