Polres Aceh Tamiang Gulung Sindikat Perampok Truk Antar Provinsi Dan Pemerkosa Bocah Cilik Anak Tiri - Waspada

Polres Aceh Tamiang Gulung Sindikat Perampok Truk Antar Provinsi Dan Pemerkosa Bocah Cilik Anak Tiri

- Aceh
  • Bagikan

KUALASIMPANG (Waspada): Aparat Polres Aceh Tamiang berhasil menggulung sindikat pelaku perampokan dengan kekerasan kenderaan bermotor (dump truk) antar provinsi sekaligus membekuk pelaku kasus pencabulan anak di bawah umur yang dilakukan oleh seorang ayah tiri terhadap bocah yang ibunya sedang pergi merantau sebagai Tenaga Kerja Wanita(TKW) ke luar negeri.

Hal itu diungkapkan Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Imam Asfali yang turut didampingi Kasat Reskrim ,Iptu Fauzan Zikra dan personil Polres Aceh Tamiang lainnya pada konferensi pers yang berlangsung di Mapolres Aceh Tamiang, Selasa (14/9) sore.

Menurut Kapolres Aceh Tamiang, Imam Asfali dan Kasat Reskrim Polres setempat, peristiwa perampokan satu unit mobil dumptruk Mitsubishi canter warna kuning BL 8689 N itu terjadi pada 17 Februari 2021 sekira pukul 23:15 di Jalan Medan-Banda Aceh, persisnya kawasan Kampung Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Kab. Aceh Tamiang.

Menurut Kapolres, kronologis kejadian berawal dari perencanaan oleh pelaku perampokan pada hari Minggu (14/2/2021) saat tersangka Uc menemui tersangka Jo di rumah tersangka Jo, kemudian tersangka Uc mengajak tersangka Jo untuk mencuri mobil pickup.

Setelah sepakat pada sore harinya, kata Kasat Reskrim, tersangka Uc kembali lagi ke rumah tersangka Jo dengan membawa satu unit mobil Agya warna merah. Lalu Uc dan Jo berangkat dengan menggunakan mobil tersebut menuju arah Medan sambil mencari target di jalan.

Sesampainya di Kabupaten Deliserdang, lanjut Kasat Reskrim, saat itu sudah masuk hari Senin tanggal 15 Februari 2021 sekira pukul 01.00, kedua tersangka belum berhasil melakukan pencurian mobil. Maka tersangka Jo langsung berfikir untuk mengajak tersangka Wa alias Lawok untuk ikut dalam melakukan pencurian tersebut, sehingga kedua tersangka langsung berangkat ke rumah tersangka Wa untuk mengajaknya ikut.

Seterusnya, lanjut Kasat Reskrim, ketiga tersangka berangkat mencari target dengan mengendarai mobil Agya merah sampai ke Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat dan di sana ketiga tersangka berhenti karena sudah habis akal dan belum berhasil menemukan target.

Lalu, ungkap Kasat Reskrim, tersangka Jo teringat dengan temannya di Kualasimpang yaitu tersangka IP alias Cungkring, dan ia langsung menyampaikan hal tersebut kepada kedua tersangka lainnya.Kemudian ketika ketiga tersangka sepakat berangkat ke rumah tersangka IP.

Kemudian, lanjut Kasat Reksrim, pada hari Senin 15 Februari 2021 sekira pukul 10.00, ketiga tersangka tiba di rumah tersangka IP, namun saat itu tersangka IP sedang bekerja, sehingga mereka menunggu di rumahnya. Siang harinya saat tersangka IP pulang kerja,ketiga tersangka bertemu dengan IP dan Jo langsung mengajak IP untuk melakukan pencurian terhadap mobil pickup, namun mereka tidak langsung berangkat mencari target, tetapi istirahat di rumah tersangka IP.

Menurut Kapolres dan Kasat Reskrim, pada hari Rabu tanggal 17 Februari 2021 sekira pukul 11.30 keempat tersangka mulai bergerak mencari target. Mereka pergi dengan menggunakan mobil Agya dan mulai dari daerah Opak, Kecamatan Karang Baru, Kab.Aceh Tamiang. Di sana mereka melihat dumptruk Langsa yang dikenali oleh IP yang langsung mengatakan itu mobil Langsa, pasti mau ambil material di Simpang Kiri.

Seterusnya, kata Kasat Reskrim, mereka langsung menuju ke Simpang Kiri untuk mengejar dumptruk tersebut sambil menunggu malam hari untuk memulai aksi mereka. Mereka menunggu di mobil Agya sambil melihat situasi dan kondisi. IP menyarankan untuk menunggu di Simpang Seumadam,akhirnya keempat tersangka langsung bergerak menuju Seumadam.

Pada malam harinya, ungkap Kasat, ketika tersangka melihat dumptruk keluar dari Simpang Seumadam menuju Langsa, mereka langsung mengejar dumptruk tersebut dan menghentikan dumptruk di Bukit Seumadam sambil berpura-pura menumpang. Selanjutnya setelah dumptruk berhenti, tersangka membuka paksa pintu sopir dan memukul korban. Uc dan Wa ikut memukul dan mengikat korban.Selanjutnya Jo langsung mengenderai dumptruk dan membawanya ke Kampung Ingin Jaya, Kecamatan Rantau untuk membuang muatan pasir batu. Sedangkan tersangka IP mengenderai mobil Agya mengikuti dari belakang.

Tersangka yang sudah dibekuk JO,45, warga Dusun III Sri Asih Desa Brohoi,Kecamatan Sei Suka,Kabupaten Batu Bara, Wa, 47, warga Tani A Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Kab.Deliserdang, IP ,42, warga Dusun Kelapa V Kampung Suka Ramai II, Kecamatan Seruway, Kab.Aceh Tamiang. Sedangkan tersangka UC,50, warga Kabupaten Batu Bara sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).
“Sebelumnya sudah ditangkap seorang pelaku dan hari ini ada tersangka yang ditangkap, sedangkan seorang tersangka masih buron ,” tegas Kasat Reskrim seraya menambahkan tersangka dijerat dengan pasal 365 KUHPidana ancamanan hukuman 3 tahun penjara.

Barang bukti yang sudah diamankan satu unit dumptruk,satu lembar STNK,satu kunici damptruk dan satu buah buku uji berkala.

Sedangkan tersangka kasus pelecehan seksual dan perkosaan terhadap anak di bawah umur yang masih bocah yang ibunya sedang pergi merantau sebagai TKW di luar negeri (Malaysia) yang merupakan korban pelecehan seksual dilakukan oleh ayah tirinya berinisial, An,47 yang berulangkali melakukan pelecehan seksual terhadap anak tirinya, warga salah satu kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang.

Menurut Kasat Reskrim, barang bukti yang sudah diamankan satu celana pendek lee berwarna biru dongker (milik tersangka), satu baju pendek berwarna pink dan celana pendek berwarna biru bercorak bunga (milik korban).

“Tersangka melanggar Pasal 47 jo Pasal 50 Qanun Aceh Nomor 06 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat ,ancaman pasal 47 hukuman paling lama 7 tahun 6 bulan dan ancaman pasal 50 hukuman paling lama 16 tahun 6 bulan,” tegas Kasat Reskrim.(b14)

Kapolres Aceh Tamiang ,AKBP Imam Asfali didampingi Kasat Reskrim, Iptu Fauzan Zikra dan personil lainnya ketika menggelar konferensi pers di Mapolres setempat, Selasa (14/9) sore. Waspada/Muhammad Hanafiah

  • Bagikan