Polres Abdya Amankan Terduga Pencabul Anak Di Bawah Umur

Polres Abdya Amankan Terduga Pencabul Anak Di Bawah Umur

  • Bagikan
Kasat Reskrim Polres Abdya AKP Erjan Dasmi. Polres Abdya amankan terduga pencabul anak di bawah umur. Waspada/Syafrizal
Kasat Reskrim Polres Abdya AKP Erjan Dasmi. Polres Abdya amankan terduga pencabul anak di bawah umur. Waspada/Syafrizal

BLANGPIDIE (Waspada): DH, 29, warga Kecamatan Baabah Rot, Aceh Barat Daya (Abdya), ditetapkan jadi tersangka oleh penyidik Polres Abdya, atas dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur, di wilayah setempat.

Kapolres Abdya AKBP Muhammad Nasution SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Erjan Dasmi Jum’at (13/11), menyebutkan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan beberapa alat bukti, perbuatan pencabulan yang dilakukan tersangka DH, terhadap anak berumur tujuh tahun, terjadi pada Senin (9/11) lalu, sekitar pukul 16.30 WIB, berlokasi di areal perkebunan sawit, berdekatan dengan kediaman tersangka.

Dari hasil pengembangan kasus lanjutnya, saat ini penyidik sudah menetapkan DH menjadi tersangka dan sudah diamankan di Mapolres Abdya, guna penyidikan lebih lanjut. “Tersangka sudah kita amankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Berkas perkaranya juga sedang kita lengkapi, untuk segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Abdya,” ungkap Erjan Dasmi.

Kasat Reskrim Polres Abdya Erjan menambahkan, kronologis kejadian kasus pencabulan yang menimpa 2 orang bocah berumur 7 tahun dan masih mengecap pendidikan di bangku SD ini, saat kedua korban sedang bermain bersama teman-temannya, di belakang rumah salah seorang korban.

Saat itu, tersangka DH sedang menangkap ayam miliknya, yang tak jauh dari lokasi korban bermain. Melihat ada tiga anak perempuan sedang bermain, hasrat bejat tersangka mulai timbul dan langsung mendekati korban.

Merasa ketakutan didekati tersangka, ketiga anak perempuan itu langsung melarikan diri. Sayangnya, 2 orang anak berhasil ditangkap pelaku, yang langsung membawa korbannya ke semak-semak dalam lokasi kebun sawit. Di TKP tersangka melakukan pencabulan dengan membuka pakaian kedua korbannya. Sementara, satu anak lagi teman korban, lepas dari cengkraman tersangka dan berhasil kabur.

Setelah selesai melakukan pencabulan kata Erjan, tersangka sempat mengancam korban, agar tidak memberitahu perbuatannya kepada siapapun. Akan tetapi, salah seorang korban langsung melaporkan kejadian itu kepada ibunya.

Tidak terima anaknya diperlakukan tidak senonoh, sang ibu langsung melaporkan perbuatan tersangka DH, yang diketahui juga sudah mempunyai anak itu, ke aparatur desa setempat. “Sebelumnya, tersangka sempat diamankan ke Mapolsek Babah Rot, untuk menghindari amukan warga yang sangat geram terhadap tersangka. Kemudian tersangka baru diserahkan ke Mapolres Abdya,” sebut Erjan.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 76D Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2014, jo pasal 81 ayat (1) Undang-Undang RI nomor 17 tahun 2016, tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang nomor 1 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas undang-undang RI nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak, menjadi undang-undang. Dengan ancaman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun. Denda paling banyak Rp5 miliar.(b21)

 

 

 

  • Bagikan