Polisi Tangkap Empat Pria dan Temukan 9 Kg Sabu Di Pantai

- Aceh
  • Bagikan

LHOKSEUMAWE (Waspada): Berkat informasi masyarakat tentang adanya aktivitas transaksi narkoba, Satnarkoba Polres Lhokseumawe berhasil menangkap empat pria dan menyita sebanyak 9 Kg sabu di dalam pasir Pantai Areal PT. Arun Desa Blang Lancang Kec. Muara Dua.

Hal itu terungkap dalam konferensi pers yang digelar di halaman depan Mapolres Lhokseumawe terkait penangkapan empat pelaku narkoba dan menyita sebanyak 9 bungkus sabu seberat 9 Kg yang disembunyikan dalam pasir Pantai Desa Blang Lancang, Kamis (18/11).


Keempat pelaku berseragam tahanan, mengenakan sebo dan borgol tangan digiring menuju dalam jumpa pers itu, berikut digelar sebanyak 9 Kg sabu terbungkus rapi dalam kemasan berwarna hijau bertuliskan Guanyin Wang.


Masing-masingnya DS,38 warga Dusun Cot Suwe Desa Padang Sakti Kec.Muara Satu Kota Lhokseumawe, TA, 59, warga Dusun B Padang Sakti Desa Padang Sakti Kec.Muara Satu Kota Lhokseumawe, R, 36 Dusun Utera Desa Padang Sakti Kec.Muara Satu Kota Lhokseumawe dan As, 33 Dusun Keuramat Jaya Desa Bugak Krueng Kec.Jangka Kab.Bireuen.


Barang bukti yang berhasil diamankan 9 (sembilan) bungkus besar narkotika jenis sabu yang dikemas dengan plastik teh cina warna hijau bertuliskan GUANYINWANG dengan berat 9.496 gram satu unit hp merk Vivo warna ungu dan satu unit sepeda motor merk Honda Vario 125 warna hitam.


Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto bersama Kasat Narkoba Iptu Muhammad Hadimas mengatakan keberhasilan polisi menangkap dan menyita barang bukti sabu tersebut tidak terlepas dari adanya bantuan informasi masyarakat.


Kronologis penangkapan itu, berawal dari informasi yang diterima dari masyarakat lingkungan tentang adanya sebuah rumah yang diduga sering terjadi transaksi narkoba dalam jumlah besar di Dusun Timu Desa Kambam Kec. Muara Batu Kab. Aceh Utara.


Menindak lanjuti informasi tersebut, tim Unit Opsnal Sat Narkoba Polres Lhokseumawe melakukan penyelidikan guna memastikan kebenarannya. Tim Opsnal pun melakukan pengintaian dengan mengekori jejak langkah pria Ds, 38 pemilik rumah dimaksud selama beberapa hari.


Selanjutnya, pada hari Rabu tanggal 13 Oktober 2021 sekira pukul 15.00 Wib, tim Opsnal Sat Narkoba Polres Lhokseumawe langsung menggerebek rumah tersebut.
Dalam pemeriksaan dan penggeledahan petugas berhasil menemukan dua paket sabu dalam kemasan plastik klip bening dibalut plastik kresek warna merah dan mengamankan tersangka DS.


“Dua bungkus sabu tadi diterima dari Tersangka AS dan akan dijual ke orang lain di wilayah hukum Polres Lhokseumawe senilai Rp 200 juta,” sebutnya.


Ketika diintograsi, DS pun mengakui bahwa kediaman dijadikan tempat transaksi dan tester barang narkoba jenis sabu milik tersangka MS. Namun sayangnya ketika hendak disergap petugas MS berhasil melarikan diri dari belakang rumahnya yang tidak jauh dari rumah tersangka DS.


Kemudian tim melakukan pengembangan dari keterangan tersangka DS mengaku sabu – sabu dimaksud diperoleh secara estafet dari pelaku TA, pelaku R, dan pelaku AS.


Lalu, tim yang dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba Polres Lhokseumawe, Iptu Muhammad Hadimas bergerak dan berhasil membekuk tiga tersangka lainnya, TA, R dan AS di seputaran Muara Satu.


Dalam keterangannya pada polisi, AS pun mengungkapkan semua barang bukti sabu lainnya disembunyikannya dengan cara menanam dalam pasir dan semak belukar ditepi pantai areal PT. Arun setempat.


Akhirnya petugas pun berhasil menyita sebanyak 94 Kg sabu dan berikut empat tersangka diboyong ke Mapolres Lhokseumawe.


Kapolres menjelaskan, namun menariknya, pengakuan awal dari tersangka AS, bahwa barang bukti tersebut merupakan hasil keberuntungan yang ditemukannya tanpa sengaja tercecer di pinggir pantai areal industri PT Arun.

Saat itu diabmendapatkan Sabu berada dalam plastik warna hitam yang di dalamnya terdapat sembilan bungkusan kemasan teh China Guanywang.
Lalu sabu itu akan diperjualbelikan dengan bekerjasama dengan tiga tersangka lain sebagai kurir yang akan mendapatkan upah Rp5 juta bila mampu menjual 1 kg sabu.


“Pengakuan awal, barang ini terdampar di pinggir pantai dan tidak bertuan. Tapi, kita lakukan penyelidikan kembali,” jelasnya.


Keempat tersangka, terjerat pasal 114 ayat 2 Jo pasal 112 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati dan denda Rp 10 miliar. (b09)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *