Polisi Tangkap Bandar 6,05 Kg Sabu Di Langkahan

Polisi Tangkap Bandar 6,05 Kg Sabu Di Langkahan

  • Bagikan
Kapolres Aceh Utara, AKBP Riza Faisal memperlihatkan barang bukti sabu 6,05 kg yang disita pihaknya dari tersangka MU di gubuk kebunnya di Gampong Krueng Lingka, Langkahan, Aceh Utara. Waspada/Ist
Kapolres Aceh Utara, AKBP Riza Faisal memperlihatkan barang bukti sabu 6,05 kg yang disita pihaknya dari tersangka MU di gubuk kebunnya di Gampong Krueng Lingka, Langkahan, Aceh Utara. Waspada/Ist

ACEH UTARA (Waspada): MU, 55, warga Gampong Krueng Lingka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (17/11) ditangkap polisi dari Sat Resnarkoba Polres Aceh Utara, di gubuk kebun miliknya bersama dengan barang bukti 6,05 kg sabu yang dimasukkan dalam kemasan teh China.

Hal ini disampaikan Kapolres Aceh Utara, AKBP Riza Faisal kepada awak media dalam konferensi pers di Mapolres setempat.

Sesuai keterangan yang disampaikan oleh orang nomor satu di Mapolres Aceh Utara itu, penangkapan tersangka bandar narkoba yang berinisial MU berdasarkan informasi yang diterima pihaknya dari masyarakat.

Setelah memastikan kebenaran dari informasi tersebut, Riza Faisal meminta Sat Resnarkoba membentuk tim untuk melakukan penyelidikan ke lokasi, Kamis (16/11) pukul 21:00.

“Di lokasi kita berhasil menangkap tersangka MU bersama dengan barang bukti sabu yang dimasukkan dalam kemasan teh Cina sebanyak 6 bungkus dengan isi per bungkus 1 kg,” sebut Kapolres Aceh Utara itu.

Selain itu, kata Kapolres, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti lima paket sabu seberat 50 gram dan 1 unit mobil Honda Jazz warna hitam.

Setelah diinterogasi petugas, MU mengaku barang bukti sabu tersebut milik S, warga Kecamatan Peureulak Timur, Kabupaten Aceh Timur. Sekarang ini, S telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

“MU mengaku menerima barang bukti dari S pada tanggal 8 November 2021 pukul 20:00. S Menjanjikan upah untuk MU Rp5 juta per kg,” sebut Riza Faisal menjawab pertanyaan wartawan.

Harga per kg sabu-sabu tersebut diperkirakan akan dijual dengan harga Rp300 juta. Itu artinya, jika 6 kg sabu itu dijual akan menghasilkan Rp1,8 miliar.

“Kalau di daerah pulau Jawa mungkin harganya sekitar 1 Miliar per kilogram,” kata Riza Faisal.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka MU akan dijerat Pasal 112 Ayat (2) Jo pasal 114 ayat (2) dengan hukuman penjara seumur hidup atau paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp 8 miliar.

Kemudian ditambah sepertiga hukuman denda, dan pasal 114 ayat (2) Pelaku pipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau dengan penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling banyak Rp10.miliar ditambah 1/3 hukuman denda.

Dalam jumpa pers tersebut, Kapolres Aceh Utara menghadirkan tersangka MU dan barang bukti sabu 6,5 kg. Dalam memberikan keterangan kepada para jurnalis, Kapolres turut didampingi Wakapolres Aceh Utara, Kompol Joko Kusumadinata, Kasat Narkoba, Iptu Samsul Bahri dan sejumlah personel lainnya.

“Untuk pengembangan kasus sabu 6,05 kg ini, kita berkoordinasi dengan pihak Polres Aceh Timur,” kata AKBP Riza Faisal. (b07)


  • Bagikan