Polisi Pastikan Korban Tergantung Di Aceh Singkil Murni Bunuh Diri, Begini Motifnya

- Aceh
  • Bagikan
Polisi melakukan evakuasi korban gantung diri, dari lokasi kejadian perkebunan Desa Siatas Kec. Simpang Kanan Aceh Singkil. Waspada/Ist
Polisi melakukan evakuasi korban gantung diri, dari lokasi kejadian perkebunan Desa Siatas Kec. Simpang Kanan Aceh Singkil. Waspada/Ist

SINGKIL (Waspada): Warga Desa Siatas Kecamatan Simpang Kanan Kabupaten Aceh Singkil, sempat dihebohkan dengan persitiwa penemuan warga yang tewas tergantung di pohon besar.

Sebelumnya, korban ST, 24, yang diketahui masih berstatus lajang itu ditemukan salah satu warga, Marianto bersama Mandrak di lokasi kebunnya yang tergantung di pohon durian setinggi 4 meter, pada 30 Desember 2021 sekitar pukul.16:00 WIB.

Menyampaikan hasil perkembangan peristiwa tersebut, Kapolres Aceh Singkil AKBP Iin Maryudi Helman melalui Kasat Reserse dan Kriminal (Reskrim) Iptu Abdul Halim kepada Waspada.id melalui Handphonenya, Selasa, (18/01) memastikan, korban tewas dengan kondisi tergantung diperkebunan Desa Siatas tersebut dipastikan murni bunuh diri.
Dari hasil penyelidikan pihak Kepolisian dan hasil outopsi dari pihak Rumah Sakit, korban yang tergantung memang ciri-ciri murni bunuh diri.

Sebab beberapa bukti yang ditemukan dari hasil pemeriksaan dan termasuk dari keterangan dokter, tidak ada ditemukan kekerasan fisik pada jasad korban. “Dan ada juga cairan yang keluar dari daerah tertentu dan tidak bisa kita sebutkan. Dan ini membuktikan memang ciri-ciri bunuh diri,” ucap Halim

Lebih lanjut Halim membeberkan, motif korban hingga nekat melakukan gantung diri katanya, lantaran sebelumnya korban sempat mencuri sepeda motor milik saksi Mandrak. Meski persoalan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan ditanggung jawabi oleh pihak keluarga, namun kemungkinan korban masih merasa malu.

Disamping itu berdasarkan keterangan dari orang tua korban, sebelum peristiwa itu terjadi, korban sempat meminta maaf kepada ibunya dan kemudian pamit pergi mandi diseputaran lokasi kejadian tersebut pada 28 Desember 2021.
Sebelum berangkat mandi tersebut korban juga sempat meminjam uang sebesar Rp500 ribu kepada adiknya namun tidak diberi, beber Halim.

Sementara itu lebih lanjut Halim menjelaskan, dengan kondisi kaki jasad korban yang terbuka, dan tidak seperti biasanya korban bunuh diri kaki selalu rapat, kata Halim kemungkinan korban sudah tergantung beberapa hari, atau lebih dari 2 atau 3 hari. Sehingga kondisi jasad sudah membengkak. Termasuk kondisi lidah korban juga keluar seperti biasa namun sedikit, dan tidak terlihat, terangnya

Sementara itu, jasad korban sudah disemayamkan pihak keluarga dirumah duka, tambah Halim. (B25).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.