Polisi Diminta Tindak Tegas Pembuat Keramaian Di Abdya

Polisi Diminta Tindak Tegas Pembuat Keramaian Di Abdya

  • Bagikan
Ketua YARA Perwakilan Abdya, Miswar SH. Polisi diminta tindak tegas pembuat keramaian di Abdya. Waspada/Syafrizal
Ketua YARA Perwakilan Abdya, Miswar SH. Polisi diminta tindak tegas pembuat keramaian di Abdya. Waspada/Syafrizal

BLANGPIDIE (Waspada): Pihak kepolisian jajaran Polres Aceh Barat Daya (Abdya), diminta memproses dan mengambil tindakan hukum tegas, terhadap pihak-pihak yang sengaja membuat keramaian di tengah pandemi, tanpa mengantongi izin dari Kepolisian dan Tim Gugus Covid-19.

Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Abdya, Miswar SH Kamis (19/11) mengatakan, harusnya pihak kepolisian dapat bertindak tegas dan tanpa pandang bulu, untuk membubarkan acara-acara keramaian, yang dilakukan kelompok-kelompok, maupun golongan tertentu di tengah wabah Corona ini, yang diketahui tanpa mengantongi izin keramaian.

Dicontohkan Miswar, sebagaimana acara yang dilakukan hari ini (Kamis), dalam kawasan salah satu Kecamatan di Abdya. Acara dimaksud melibatkan banyak orang, hingga ratusan. Bahkan, hampir mencapai seribuan. “Informasi yang kami terima, acara itu tidak mengantongi izin dan mengundang banyak orang di tengah wabah Covid ini,” sesalnya.

Pihaknya menyesalkan kegiatan seremoni berbentuk semacam peresmian posko dengan melibatkan ratusan orang, dengan kerumunan yang meresahkan di tengah pandemi ini. Hal itu menurutnya, merupakan sebuah pelanggaran protocol kesehatan (Prokes). Apalagi katanya, acara yang dilakukan tersebut tidaklah terlalu mendesak, masih bisa ditunda hingga waktu yang tepat.

“Kalau itu tidak ditindak, dipastikan akan terus ada pihak-pihak lain yang membuat acara keramaian, yang tidak mengantongi izin,” katanya.

Miswar juga mengatakan, pengurus yang membuat acara seharusnya tahu dan patuh, serta taat terhadap peraturan Prokes yang ada. Bukan mengumpulkan masa dan melibatkan orang banyak, di tengah wabah Covid.

“Harusnya kepolisian jajaran Polres Abdya bisa bersikap tegas. Apalagi pembubaran kerumunan massa tertuang dalam maklumat Kapolri nomor Mak/2/III/2020, tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus Corona,” ungkapnya.

Dalam maklumat itu lanjutnya, dijelaskan bahwa kegiatan pertemuan sosial, budaya, keagamaan dan aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya, sarasehan dan kegiatan lainnya yang bersifat sejenis, kegiatan konser musik, pekan raya, festival, bazar, pasar malam, pameran, hingga resepsi keluarga, juga akan dibubarkan kalau tidak sesuai dengan standar Prokes.

“Kita tunggu sikap tegas pihak kepolisian. Jangan korbankan rakyat banyak, demi kepentingan sekelompok orang,” pungkasnya.(b21)

 

 

  • Bagikan