Waspada
Waspada » Polisi Ciduk Wanita Hamil 7 Bulan Edarkan Sabu
Aceh Headlines

Polisi Ciduk Wanita Hamil 7 Bulan Edarkan Sabu

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto menunjukkan barang bukti sabu seberat 99 gram dan 26 paket kecil pasca ditangkapnya seorang IRT berinisial Er, 40 warga Gampong Cot Kiro Kec. Sawang Kab. Aceh Utara, Senin (25/1). Polisi Ciduk Wanita Hamil 7 Bulan Edarkan Sabu. Waspada/Zainuddin Abdullah
Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto menunjukkan barang bukti sabu seberat 99 gram dan 26 paket kecil pasca ditangkapnya seorang IRT berinisial Er, 40 warga Gampong Cot Kiro Kec. Sawang Kab. Aceh Utara, Senin (25/1). Polisi Ciduk Wanita Hamil 7 Bulan Edarkan Sabu. Waspada/Zainuddin Abdullah

LHOKSEUMAWE (Waspada): Seorang ibu rumah tangga Er, 40 dalam kondisi hamil tujuh bulan ditangkap Polres Lhokseumawe bersama barang bukti satu bungkus sabu seberat 99 gram dan 26 paket kacil diwarung yang menjadi tempat tinggalnya di Cot Kiro Kec . Sawang Kab. Aceh Utara.

Hal itu diungkapkan Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Serba Guna Mapolres setempat, Senin (25/1) terkait hasil penangkapan dan upaya mencegah peredaran narkoba di Kec. Sawang Kab. Aceh Utara.

Dikatakannya, kronologis penangkapan wanita yang sedang hamil tua itu berawal dari adanya informasi masyarakat tentang aktivitas transaksi narkoba yang kerap terjadi di sebuah warung milik seorang IRT berinisial Er.

Berdasarkan informasi itu, polisi menindaklanjuti kebenarannya dengan memastikannya selama satu minggu, ternyata hasilnya benar Er menjadi pengedar narkoba jenis sabu-sabu.

Lalu, pada Jumat 15 Januari 2021, sekira pukul 13:00, Tim unit Resnarkoba Polres Lhokseumawe bergerak ke lokasi tempat sebuah warung yang juga menjadi tempat tinggal Er di Gampong Cot Kiro.

Petugas langsung menangkap Er, berlanjut dengan dilakukannya pemeriksaan dan penggledahan hingga menemukan sebuah tas biru yang berada dekat dengan pelaku.

Setelah diambil dan dibuka, ternyata berisi uang Rp500 ribu, satu unit Hp merk Nokia, satu bungkus plastik berisi sabu seberat 99,00 gram dab 26 paket kecil lainnya yang sudah dikemas sedemikian rupa serta siap edar.

Dalam pemeriksaan keterangan polisi, ER, wanita yang hamil itu mengaku mendapatkan barang bukti sabu itu dari seorang pria berinisial AD, 40 yang kini menjadi DPO. Karena tahu kondisi Er sedang terhimpit ekonomi, Ad datang menawarkan pekerjaan mengedar sabu-sabu miliknya. Ad pun memberikan satu bungkus sabu kepada Er dengan kesepakatan dalam waktu dua atau tiga hari akan menyetor hasil dagangannya.

Lalu satu bungkus sabu itu langsung diolah Er menjadi 26 paket kecil dan satu bungkus sabu seberat 99 gram. Namun baru lima paket kecil yang laku dijual, polisi keburu menangkap Er.
Disebutkan tersangka Er sendiri terhitung baru dua bulan saja mencoba-coba menjadi pengedar narkoba jenis sabu-sabu.

Sebelumnya, Er juga pernah membeli satu paket sabu pada tersangka Sy pada bulan Desember 2020, untuk modal usaha dan terjual habis.

Akibat perbuatannya itu, Er yang sedang hamil tua itu dijerat pasal 114 ayat 2 jo pasal 112 ayat 2 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau paling lama lima tahun. Kemudian pidana denda Rp 1 miliar hingga Rp10 miliar. (b09)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2