Polisi Belum Tetapkan Tersangka Tewasnya Pemilik Cafe Di Danau Lut Tawar

Polisi Belum Tetapkan Tersangka Tewasnya Pemilik Cafe Di Danau Lut Tawar

  • Bagikan
Korban saat dievakuasi ke RSU Datu Beru. Polisi belum tetapkan tersangka tewasnya pemilik cafe di Danau Lut Tawar. Waspada/Ist
Korban saat dievakuasi ke RSU Datu Beru. Polisi belum tetapkan tersangka tewasnya pemilik cafe di Danau Lut Tawar. Waspada/Ist

TAKENGON (Waspada): Polisi yang menangani kasus tewasnya TR, alias Hengky, pemilik cafe di pinggiran Danau Lut Tawar, Toweren, Aceh Tengah, sampai kini belum menetapkan tersangka.

“Kita sedang mendalami kasusnya, mohon bersabar,” sebut Kapolres Aceh Tengah AKBP Mahmun Sandy Sinurat, melalui Kasat Reskrim AKP Arif Sanjaya, menjawab Waspada.id, Kamis (3/11) melalui selular.

Hengky menghembuskan nafas terahirnya setelah dianiaya massa yang datang dari empat kampung di Toweren, pada Sabtu (28/11) malam lalu. Pemilik caffe di pinggiran Danau Lut Tawar ini sempat beradu mulut dengan massa hingga akhirnya terjadi penganiayaan.

Menurut Kapolres Aceh Tengah, kejadian berlangsung pada Sabtu malam Minggu, bermula dari korban sebagai pemilik cafe yang menerima tamu di cafenya. Di cafe wisata Lhong pada malam itu, ada tamu sekitar 20 orang, ada acara bakar-bakar ikan, ada hiburan musik dan karaoke.

Dijelaskan Kapolres melalui Kasat Reskrim, kemudian sekitar pukul 20.30 WIB, di luar cafe ini ada suara ribut ribut. Ada yang melempari seng dan dinding cafe. Mendengar ada ribut di luar, Hengky pemilik cafe yang merupakan penduduk setempat, keluar dari cafenya. Terjadilah pertengkaran.

Menurut Kasat Reskrim, dalam keterangannya, salah seorang pelaku dari massa mengatakan, Toweren sekarang sedang berduka, sedang ada tahlilan. Mereka meminta agar acara di cafe itu dalam bentuk karaoke untuk dihentikan.

Tiba tiba terjadi keributan, massa menarik korban dan melakukan pemukulan. Melihat keadaan itu, para penyewa di cafe ini meminta kepada massa agar menghentikan pemukulan terhadap korban. Ketika aksi penganiayan itu dihentikan, korban sudah tergeletak di tanah dan massa kemudian pergi meninggalkan korban.

Menurut Kasat Reskrim, melihat kejadian itu istri korban berteriak histeris. Para penyewa di cafe ini dan istri korban akhirnya melarikan korban ke RSU Datu Beru Takengon. Namun korban mengembuskan nafas terakhir.

“Kita sedang mendalami kasus ini, kita sedang melakukan penyelidikan terhadap pelaku yang melakukan penganiayaan sehingga korban tewas,” sebut Arif Sanjaya.

“Kami berusaha profesional mengungkap kasus ini, berdasarkan fakta, didukung bukti otentik, untuk itu kami minta bersabarlah,” sebutnya. (b27)

 

  • Bagikan