Waspada
Waspada » Polisi Amankan Pasutri Aniaya Anak Tiri
Aceh Headlines

Polisi Amankan Pasutri Aniaya Anak Tiri

Polisi amankan Pasutri aniaya anak tiri. Kerap melakukan kekerasan dan penganiayaan terhadap korban N selaku anak tiri, kini ayah kandung korban AM, 60, dan ibu tiri korban R, 45, diamankan Polres Aceh Utara, Selasa (7/7). Waspada/Ist
Polisi amankan Pasutri aniaya anak tiri. Kerap melakukan kekerasan dan penganiayaan terhadap korban N selaku anak tiri, kini ayah kandung korban AM, 60, dan ibu tiri korban R, 45, diamankan Polres Aceh Utara, Selasa (7/7). Waspada/Ist

LHOKSUKON (Waspada): Polisi amankan Pasutri aniaya anak tiri di depan ibu kandungnya sendiri.

Karena melakukan kekerasan dan menganiaya seorang anak tiri berinisial N, 16, di depan ibu kandungnya, Mar, 52, kini pelaku pasangan suami isteri (Pasutri) Am, 60, dan R, 45, telah diamankan Polres Aceh Utara.

Polisi amankan Pasutri aniaya anak tiri. Kerap melakukan kekerasan dan penganiayaan terhadap korban N selaku anak tiri, kini ayah kandung korban AM, 60, dan ibu tiri korban R, 45, diamankan Polres Aceh Utara, Selasa (7/7). Waspada/Ist
Polisi amankan Pasutri aniaya anak tiri. Kerap melakukan kekerasan dan penganiayaan terhadap korban N selaku anak tiri, kini ayah kandung korban AM, 60, dan ibu tiri korban R, 45, diamankan Polres Aceh Utara, Selasa (7/7). Waspada/Ist

Karena sudah tak tahan mendapat penyiksaan dan penganiayaan, seorang gadis berstatus pelajar kelas II SMA berinisial N asal Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara melaporkan ayah dan ibu tirinya ke Polres Aceh Utara.

Berdasarkan laporan itu, personel Sat Reskrim Polres Aceh Utara langsung bertindak mengamankan pasangan suami istri berinisial AM, 60, dan R, 45, dan keduanya kini masih mendekam di ruang tahanan Mapolres setempat.

Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto melalui Kasat Reskrim AKP Rustam Nawawi turut membenarkan kejadian kasus ratapan anak tiri yang teraniaya pada Minggu (21/7) dan korban telah membuat laporan polisi.

Kanit PPA Sat Reskrim Bripka T Ariandi menerangkan, dalam laporannya, korban N mengaku dianiaya oleh ibu tiri dan ayah kandungnya, tepat di depan ibu kandung korban Mar, 52, di halaman depan kediamannya.

Untuk membuktikan terjadinya kekerasan dan penganiayaan itu, korban telah memiliki surat visum et repertum dari kejadian penganiayaan yang dialaminya.

Dipukul Kayu

Kronologis kejadiannya, bermula dari adanya pertengkaran mulut antara korban dengan ibu tirinya R. Lalu ayah kandung korban AM datang, bukannya meleraikan keributan, melainkan justru membawa sepotong kayu yang diserahkan kepada R untuk menghajar korban N.

Spontan R memukuli N dengan sebatang kayu dan AM juga ikut membantu pengeroyokan serta melakukan pemukulan dengan menggunakan tangan kosong.

“Sebelumnya korban dan pelaku R terlibat adu mulut, kemudian datang AM membawa potongan kayu dan menyerahkannya pada R untuk memukul korban, bahkan AM juga ikut memukul anaknya itu dengan tangannya,” ujarnya.

Beruntung, aksi penganiayaan dan pemukulan itu, berhasil dilerai oleh seorang saksi AZ dan menyuruh korban segera pergi agar tidak dianiaya lagi.

Korban Tak Mampu Berjalan

Akan tetapi, akibat pemukulan berat itu, korban N tak mampu lagi berjalan dan tidak bisa mengendarai sepedamotornya, sehingga AZ terpaksa membawa korban N dan ibu kandungnya ke rumah geusyik untuk berkonsultasi atas kejadian yang dialami korban N.

“Karena diketahui keributan disertai kekerasan antara korban dan pelaku sudah sering terjadi, maka perangkat desa setempat mengarahkan korban dan ibu kandungnya membuat laporan polisi,” ujarnya.

Karena tak ingin terus-terusan menjadi korban penganiayaan, korban N pun berobat dan membuat visum serta membuat pengaduan ke Polres Aceh Utara.

Hingga kini, polisi telah menangkap dan mengamankan pelaku penganiayaan tersebut yakni ayah kandungnya AM dan ibu tirinya R.

Kedua pelaku kini masih menjalani proses pemeriksaan keterangan sesuai hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang menganiaya korban N. (b09)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2