Waspada
Waspada » Pol-PP Ancam Cabut Izin Warnet
Aceh

Pol-PP Ancam Cabut Izin Warnet

Belasan anak usia sekolah diangkut menggunakan truk reo Pol-PP ketika melakukan penertiban pelajar di sejumlah warnet dalam Kota Idi, Aceh Timur, Kamis (26/6). Waspada/M. Ishak

IDI (Waspada): Sebanyak 19 anak usia SD terjaring razia yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) di sejumlah warung internet (warnet) di Kota Idi, Kabupaten Aceh Timur, Kamis (25/6) sore. Sementara itu, warnet yang nekat beroperasi tanpa mematahui protokol kesehatan (prokes) akan dicabut izin operasional.

Mereka terjaring razia saat sedang bermain game online di warnet. Untuk memudahkan mengidentifikasi, lalu mereka diangkut ke Kantor Satpol-PP WH Aceh Timur di Pusat Perkantoran Pemkab Aceh Timur. Namun setelah dinasehati dan didata alamatnya, lalu mereka dikembalikan ke pihak orangtuanya.

“Razia ini kita lakukan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, karena rata-rata anak usia SD dan SMP,” kata Kepala Satpol-PP WH Aceh Timur, Teuku Amran, MM, kepada Waspada, Jumat (26/6).

Setelah diberikan nasehat, lanjut Teuku Amran, lalu para siswa/i ini dikembalikan ke guru dan orang tuanya.

“Jauh hari kita sudah ingatkan selama libur semester agar anak-anak usia sekolah tidak berkerumunan ke warnet, karena pandemi COVID-19 masih mewabah,” timpa mantan Kabag Humas & Protokol Setdakab Aceh Timur itu.

Kedepan, dirinya telah mengingatkan agar anak-anak usia SD dan SMP tidak ke warnet. Bahkan pemilik warnet sudah diingatkan untuk tidak menerima tamu dari kalangan anak-anak usia sekolah.

“Jika kedepan masih ada warnet yang menerima tamu dan langganannya dari kalangan anak-anak, maka kita akan pertimbangkan perpanjangan izin operasional,” tegas Ampon, sapaan Teuku Amran.

Bersama Tim Gugus Tugas, Teuku Amran mengaku melakukan razia seluruh warnet yang beroperasi di Aceh Timur, baik di Kota Idi, Julok, Peureulak, dan Simpang Ulim.

“Seluruh pelaku usaha warnet kita harap kedepan juga menyediakan tempat cuci tangan di luar, sehingga setiap tamu bisa mencuci tangan sebelum masuk ke warnet. Jika warnet tidak mematuhi prokes, maka siap-siap izin operasionalnya akan dicabut,” tegas Ampon.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur, Saiful Basri, mengapresiasi sikap Pol-PP dalam menertibkan siswa di sekolah.

“Seiring masa libur semester genap, kita sudah ingatkan siswa untuk tidak ke warnet dan selama libur sejak 20 Juni – 13 Juni, nantinya siswa/i menjadi tanggung jawab orang tuanya. Jika nekat bermain game online di online, maka Pol-PP harus ditertibkan,” katanya. (b11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2