Waspada
Waspada » PNS Diberhentikan Tanpa Pensiun Mengadu Ke Dewan
Aceh

PNS Diberhentikan Tanpa Pensiun Mengadu Ke Dewan

Ketua DPRK Aceh Tamiang, Suprianto saat menerima keluhan Syamsir, pengangkut sampah yang sempat jadi PNS dan diberhentikan tanpa diberikan pensiun.Waspada/Yusri
Ketua DPRK Aceh Tamiang, Suprianto saat menerima keluhan Syamsir, pengangkut sampah yang sempat jadi PNS dan diberhentikan tanpa diberikan pensiun.Waspada/Yusri

ACEH TAMIANG (Waspada): Syamsir, PNS yang bekerja pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Tamiang yang sudah diberhentikan sebagai PNS tetapi tidak diberikan hak pensiunnya oleh pemerintah, mengadukan nasibnya kepada Ketua DPRK Aceh Tamiang, Suprianto, ST.

Syamsir yang mengadukan permasalahannya kepada Ketua DPRK Aceh Tamiang pada Rabu (19/2) di kantor DPRK setempat menyampaikan, bahwa dirinya bekerja sebagai tenaga honor kebersihan pengangkut sampah di Kota Kuala Simpang sejak tahun 1995 – 2010.

Kemudian, kata Syamsir, pada tahun 2010 dibuka pendaftaran penerimaan CPNSD formasi honorer dan mendaftarkan dirinya seraya melengkapi semua persyaratan yang dibutuhkan.

“Pada tahun 2011 saya dinyatakan lulus serta terbit NIP:196008092014051001 dan telah mengikuti Diklat Prajabatan serta sudah bekerja sebagai PNS golongan Pengatur Muda II/a,” ujarnya.

Ironisnya, Bupati Aceh Tamiang melalui SK nomor : 880.04/2018 tanggal 3 Agustus 2019, Syamsir diberhentikan dengan tidak hormat sebagai PNS dan tidak diberikan uang pensiun, terhitung tanggal 1-8-2019.

“Alasan saya diberhentikan karena masa kerja saya bertugas sebagai PNS tidak sampai lima tahun,” ujarnya.

Syamsir mempertanyakan, apabila masa kerja dirinya tidak mencukup lima tahun, kenapa diluluskan dan bisa menjadi PNS.

“Saya mengharapkan pemerintah jangan zholimi saya dan mohon diberikan hak pensiun,” pinta Syamsir penuh harap sembari mengatakan, permasalahan yang dialaminya sungguh tidak adilnya pemerintah terhadap dirinya, sebab ada orang lain yang masa kerjanya tidak cukup mengapa diberikan uang pensiun, jelas Syamsir lagi.

Sementara itu, Ketua DPRK Aceh Tamiang, Suprianto menanggapi hal tersebut menyatakan akan berkoordinasi dengan Komisi 1 DPRK Aceh Tamiang untuk menyelesaikan kasus dimaksud.

“Nanti juga kita akan panggil Kepala BKPSDM Aceh Tamiang untuk kita minta penjelasan lebih lanjut soal ini,” janji Ketua Dewan,Suprianto kepada Syamsir.

Secara terpisah, Ketua Komisi 1 DPRK Aceh Tamiang, M. Irwan ketika dikonfirmasi Waspada mengatakan, pihaknya sudah memanggil Kepala BKPSDM Aceh Tamiang untuk dimintai keterangan dan penjelasan terkait kasus tersebut.

“Kita mendapat jawaban saat itu bahwa masa kerja Syamsir tidak cukup maka tidak diberikan pensiun,” tegas Irwan.(cri).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2